Gereja adalah orang-orang (oleh Janet H. Bowering)

Gereja adalah orang-orang. Ia bukanlah sebuah badan keyakinan, seperangkat prinsip, atau pun susunan batu, kayu, dan kaca yang mengesankan. Gereja memiliki akar-akarnya di masa lalu, tak peduli seberapa-baru jemaatnya dikelola. Gereja itu menunjukkan suatu proses panjang orang-orang yang berkehendak bekerja dengan orang lain menuju tujuan bersama, beribadat dengan orang lain yang berkepercayaan serupa, dan memuliakan orang-orang terdahulu yang bijaksana dan pemberani.

Lanjutkan membaca Gereja adalah orang-orang (oleh Janet H. Bowering)

Iklan

Pendidikan Seksual Yang Religius

Agama Universalisme Tauhid (UT) berdiri di Jalan Cinta, bukan di Jalan Takut dan Malu. Namun rasa takut dan malu, di samping kezaliman dan penderitaan yang menyertainya, kini semakin memburuk dan merajalela di kebudayaan kita, terutama dalam urusan seksualitas manusia–kesetaraan dalam pernikahan, hak perempuan untuk memilih, akses terhadap kontrasepsi, dan pendidikan seksual.

Lanjutkan membaca Pendidikan Seksual Yang Religius

Soal-Jawab 7: Tradisi Religius

Apakah upacara merupakan bagian dari tradisi [religius] Anda?

Kelahiran, pernikahan, kematian–kami menandai peristiwa-peristiwa ini dengan upacara [kebaktian]. Namun, upacara-upacara ini bukanlah ritual sakramen. Sang pendeta/imam menyesuaikan setiap kebaktian itu secara pribadi dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya, sehingga upacara tersebut tepat terutama bagi mereka.

Apakah ada tradisi upacara pembaptisan?

Lanjutkan membaca Soal-Jawab 7: Tradisi Religius