Gara-gara mau murtad…

Ternyata saya tidak disukai aktivis pemurtadan gara-gara pengakuan “mau murtad” + dorongan “ijtihad pribadi”. (Ada orang murtad yg kembali memeluk Islam seusai membaca http://www.facebook.com/groups/332314353475473/doc/376163892423852/ )

Iklan

Kisah Nyata: Mengapa Hafidha Acuay Murtad dari Islam

Dari Islam ke Universalisme Tauhid

oleh Hafidha Acuay

Sebagaimana hampir semua wanita yang menceritakan kisah mereka di [buku] Living Islam Out Loud: American Muslim Women Speak, saya belum secara sungguh-sungguh mempersoalkan agama yang diajarkan kepada saya sampai masa remaja-akhir saya. Dulu, saya seorang Islam yang taat. Pengalaman saya mirip dengan Samina Ali, yang menulis: “Saya dan teman-teman wanita saya berbincang-bincang dengan serius mengenai betapa beruntungnya kami terlahir dalam agama kami, karena semua orang di luar sana terlahir ‘buta’ dan lantaran pilihan mereka sendiri akan mati dalam keadaan ‘buta’.”

Masa kanak-kanak saya indah. Sedangkan masa remaja saya, walau terkadang merasa kesepian dan depresi, penuh dengan impian. Namun di masa dewasa-awal, ketika saya menjadi terbuka terhadap semakin banyak orang Islam dan terhadap munculnya aliran Islam yang keras yang dikenal sebagai Wahhabisme di Amerika Serikat, hati saya mulai tertusuk dan semakin tertusuk.
Lanjutkan membaca Kisah Nyata: Mengapa Hafidha Acuay Murtad dari Islam