Gereja adalah orang-orang (oleh Janet H. Bowering)

Gereja adalah orang-orang. Ia bukanlah sebuah badan keyakinan, seperangkat prinsip, atau pun susunan batu, kayu, dan kaca yang mengesankan. Gereja memiliki akar-akarnya di masa lalu, tak peduli seberapa-baru jemaatnya dikelola. Gereja itu menunjukkan suatu proses panjang orang-orang yang berkehendak bekerja dengan orang lain menuju tujuan bersama, beribadat dengan orang lain yang berkepercayaan serupa, dan memuliakan orang-orang terdahulu yang bijaksana dan pemberani.

Lanjutkan membaca Gereja adalah orang-orang (oleh Janet H. Bowering)

Iklan

Pendidikan Seksual Yang Religius

Agama Universalisme Tauhid (UT) berdiri di Jalan Cinta, bukan di Jalan Takut dan Malu. Namun rasa takut dan malu, di samping kezaliman dan penderitaan yang menyertainya, kini semakin memburuk dan merajalela di kebudayaan kita, terutama dalam urusan seksualitas manusia–kesetaraan dalam pernikahan, hak perempuan untuk memilih, akses terhadap kontrasepsi, dan pendidikan seksual.

Lanjutkan membaca Pendidikan Seksual Yang Religius

Debat Yang Menyenangkan

Selaku Wakil Pemuda di Dewan Perwakilan jemaatnya, Alexander Askew menggunakan keterampilan debatnya untuk memastikan bahwa sudut pandang pemuda dimasukkan dalam putusan-putusan yang dibuat. “Bahkan walau saya merasa terintimidasi ketika orang-orang dewasa berbicara mengenai anggaran, dan hal-hal lain seperti itu, saya menggunakan pengalaman saya di tim-debat untuk berbicara.”

Ia sangat menyukai debat karena “untuk menjadi pendebat yang baik, Anda harus mampu memperdebatkan persoalan dari kedua pihak, yang berarti benar-benar memahami sudut pandang pihak lain, sehingga pada akhirnya Anda sungguh-sungguh mengerti apa yang Anda yakini dan memiliki kemampuan untuk menerima keyakinan orang lain bahkan bila Anda tidak setuju.

Lanjutkan membaca Debat Yang Menyenangkan

Soal-Jawab 13: Sikap Universalis Tauhid terhadap Persoalan Masyarakat

Apakah “gereja” Universalis Tauhid (UT) mengambil sikap terhadap persoalan-persoalan masyarakat?

Ya. Setiap tahun di Sidang-Umum Asosiasi Universalis Tauhid (UUA: Unitarian Universalist Association) 2.500 delegasi memberi suara mengenai tiga atau empat resolusi yang relevan dengan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan terkini. Walau suara pada resolusi-resolusi ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat setiap anggota “gereja” UT, resolusi itu menggambarkan pendapat UT. Selain itu, resolusi tersebut mendorong orang-orang UT untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai hal itu dan menjadi terlibat di tingkat lokal.

Para pemuka agama UT dan orang-orang UT lainnya seringkali mengambil sikap pula secara individual terhadap kebijakan-kebijakan publik yang kontroversial. Dua contohnya adalah Perang Vietnam dan wajib-militer untuk perang tersebut.

Meskipun kita membuat pernyataan kolektif dan mendorong tindakan tertentu, individulah yang pada akhirnya harus memutuskan sendiri sikapnya terhadap setiap persoalan masyarakat itu.

Mengenai persoalan publik yang manakah “gereja” UT mengambil sikap?

Lanjutkan membaca Soal-Jawab 13: Sikap Universalis Tauhid terhadap Persoalan Masyarakat

Soal-Jawab 12: Menjadi Anggota Komunitas Universalis Tauhid

Dapatkah siapa pun menjadi anggota komunitas Universalis Tauhid (UT)?

Orang-orang dari segala keimanan dipersilakan memasuki komunitas UT [bahkan tanpa keharusan untuk meninggalkan agama yang sedang dianut, karena setiap orang bisa menganut “agama” lebih dari satu]. Yang dipersilakan ini tidak hanya dari kalangan Kristen, tetapi juga dari Buddha, Islam, Hindu, Katolik, agnostik, humanis, dan semua tradisi lain. Yang mengikat kita sebagai sebuah jemaat adalah saling menghargai, menerima satu sama lain, dan dorongan pertumbuhan spiritual.

Dapatkah seorang ateis diterima dan merasa nyaman di komunitas UT? Bagaimana dengan kaum homoseksual atau pun kalangan minoritas lainnya?

Lanjutkan membaca Soal-Jawab 12: Menjadi Anggota Komunitas Universalis Tauhid

Soal-Jawab 9: Gereja/Persekutuan/Komunitas Universalis Tauhid

Adakah “Kepala Gereja” Universalis Tauhid (UT)?

Dalam pengertian tradisional [seperti Paus yang mengepalai Gereja Katolik sedunia], tidak ada individu yang mengendalikan orang-orang UT. Namun kami mempunyai presiden Asosiasi Universalis Tauhid (UUA: Unitarian Universalist Association), yang mengelola organisasi UUA, mewakilinya dalam dunia religius, dan memberi semacam arahan umum kepada para anggota.

Jika sebagian besar orang UT tidak beriman kepada Tuhan pribadi, mengapa jemaat UT disebut gereja?

Lanjutkan membaca Soal-Jawab 9: Gereja/Persekutuan/Komunitas Universalis Tauhid

Soal-Jawab 8: Sistem Kependetaan Agama Universalisme Tauhid

Bagaimana “pendeta” UT (Universalisme Tauhid) dididik?

Untuk menjadi “pendeta” (imam/pemuka agama) UT yang terakreditasi, seorang pria atau wanita mula-mula harus disetujui oleh Komite Persekutuan Pendeta UUA. Inilah badan yang menilai surat-surat mandat dan kemampuan calon “pendeta”. Kandidat harus meraih gelar S1 dan S2 Ketuhanan (Divinity) atau gelar yang lebih tinggi dari seminari teologi.

Lanjutkan membaca Soal-Jawab 8: Sistem Kependetaan Agama Universalisme Tauhid