Liberalkah Anda selaku muslim?

Bahwa saya dicap liberal, JIL tulen, dsb, sudah lama saya mengalaminya. Selama ini saya tidak peduli. Bahwa JIL dinilai sesat, saya juga tak peduli. Toh itu hanya label yg disematkan oleh sesama manusia, bukan oleh Sang Mahabenar. Kalau sekarang saya mengulasnya, ini semata-mata untuk mawas diri, untuk kepentingan saya sendiri selaku seorang muslim universalis. (Syukur-syukur kalau ada pembaca yang bisa mengambil hikmah dari sini.)

Untuk patokan, walau mungkin kurang akurat, akan saya gunakan 14 kriteria dari artikel “Kesesatan JIL” yang katanya ditulis oleh Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yakub, MA.

1a. Pemikiran JIL: “Umat Islam tidak boleh memisahkan diri dari umat lain, sebab manusia adalah keluarga universal yang memiliki kedudukan yang sederajat.”

Pemikiran saya berbeda: Lanjutkan membaca Liberalkah Anda selaku muslim?

Jangan Biarkan Anak-anak Kita Menjadi Teroris!

kover buku Acts of FaithApakah para teroris “religius” itu menjadi teroris secara tiba-tiba? Tidak! Ada proses tertentu yang dilalui sebelum mereka menjadi teroris. Kalau kita mengenali proses tersebut, maka kita dapat menduga orang manakah atau kelompok manakah yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi teroris. Kemudian jika kita mengenali proses ini, maka kita dapat melakukan tindakan pencegahan agar mereka tidak berubah menjadi teroris.

Proses tertentu itu dijelaskan dalam buku Acts of Faith karya Eboo Patel. Di bawah ini saya sampaikan terjemahan bagian Pendahuluan (Introduction) buku tersebut.
Lanjutkan membaca Jangan Biarkan Anak-anak Kita Menjadi Teroris!

Titik Temu antara Islam dan Universalisme Tauhid

Dalam Islam, kaum muslimin telah mencari Tuhan secara historis. Kitab suci mereka, Al-Qur’an, memberi mereka suatu misi historis. Tugas utama mereka adalah menciptakan masyarakat yang adil yang secara mutlak menghargai semua warga, termasuk yang lemah dan rentan. … Pengalaman membangun masyarakat semacam itu dan pengalaman hidup di lingkungan seperti itu akan memberi mereka [rasa] kedekatan ilahi. … Setiap muslim harus bersifat historis. Maksudnya, urusan negara tidaklah jauh dari spiritualitas, tetapi [bahkan merupakan] salah satu bagian dari agama itu sendiri. Bagi mereka, kesejahteraan umat Islam merupakan urusan terpenting secara politik.

Lanjutkan membaca Titik Temu antara Islam dan Universalisme Tauhid

Manakah agama damai & agama kekerasan?

Untuk apa kita bicarakan agama damai & agama kekerasan?

oleh Jeff Wilson

Ellawala Medhananda yang terhormat, seorang pendeta Buddha Srilanka terkenal, berkata dengan terus terang. Saat berbicara dengan Reuters pada Februari [2006], ia nyatakan: “Kalau Prabhakaran tewas, Sri Lanka menjadi tempat yang lebih baik. Ia menghambat proses perdamaian. Kita seharusnya mencampakkan pengaruhnya dari masyarakat.”

Medhananda, pemimpin partai politik Buddhis nasionalis, menyerukan pembunuhan terhadap Velupillai Prabhakaran, seorang pemicu utama konflik etnik dan keagamaan yang telah menewaskan lebih dari 60.000 orang di Sri Lanka. Menurut sejumlah orang, Prabhakaran ialah seorang teroris Hindu yang mengancam demokrasi Sri Lanka; namun menurut sejumlah orang lainnya, dia seorang pejuang kemerdekaan yang berupaya mencapai keadilan untuk kaum minoritas Tamil yang tertindas. Sementara itu, dengan adanya [ancaman] pembunuhan dari kalangan muslim [terhadap orang-orang yang harus bertanggung jawab atas] kartun [yang dipandang melecehkan Nabi Muhammad], sekarang mungkin saat yang tepat untuk merenungkan “debat kusir” seputar kekerasan dan agama di dunia modern.
Lanjutkan membaca Manakah agama damai & agama kekerasan?

Gereja adalah orang-orang (oleh Janet H. Bowering)

Gereja adalah orang-orang. Ia bukanlah sebuah badan keyakinan, seperangkat prinsip, atau pun susunan batu, kayu, dan kaca yang mengesankan. Gereja memiliki akar-akarnya di masa lalu, tak peduli seberapa-baru jemaatnya dikelola. Gereja itu menunjukkan suatu proses panjang orang-orang yang berkehendak bekerja dengan orang lain menuju tujuan bersama, beribadat dengan orang lain yang berkepercayaan serupa, dan memuliakan orang-orang terdahulu yang bijaksana dan pemberani.

Lanjutkan membaca Gereja adalah orang-orang (oleh Janet H. Bowering)

Uniknya agama Universalisme Tauhid

Robert Fulghum
Robert Fulghum
Berikut ini bagian dari percakapan di sebuah toko [yang melibatkan seorang pemuka agama Universalisme Tauhid]:

“Pak Fulghum, benarkah Anda seorang pendeta?”

“Ya.”

“Di manakah gereja Anda?”

“Kita sedang berdiri di dalamnya.”

“Tapi ini toko buku dan sekarang hari Jumat.”

“Ya, tetapi bisa pula Anda menganggapnya sebagai katedral spirit manusia — sebuah rumah-toko pengabdian bagi semua pengalaman manusia yang beraneka-macam. Hampir semua gagasan hebat manusia ada di sini. Tempat yang mengandung pemikiran hebat merupakan tempat suci.”

“Oh, ya? Anda ini pendeta dari aliran agama apa?”

“Universalisme Tauhid (Unitarian Universalism).”

“Dan Anda mengadakan kebaktian di tokobuku-tokobuku pada hari Jumat?”

Lanjutkan membaca Uniknya agama Universalisme Tauhid