Kisah Nyata: Mengapa Hafidha Acuay Murtad dari Islam

Dari Islam ke Universalisme Tauhid

oleh Hafidha Acuay

Sebagaimana hampir semua wanita yang menceritakan kisah mereka di [buku] Living Islam Out Loud: American Muslim Women Speak, saya belum secara sungguh-sungguh mempersoalkan agama yang diajarkan kepada saya sampai masa remaja-akhir saya. Dulu, saya seorang Islam yang taat. Pengalaman saya mirip dengan Samina Ali, yang menulis: “Saya dan teman-teman wanita saya berbincang-bincang dengan serius mengenai betapa beruntungnya kami terlahir dalam agama kami, karena semua orang di luar sana terlahir ‘buta’ dan lantaran pilihan mereka sendiri akan mati dalam keadaan ‘buta’.”

Masa kanak-kanak saya indah. Sedangkan masa remaja saya, walau terkadang merasa kesepian dan depresi, penuh dengan impian. Namun di masa dewasa-awal, ketika saya menjadi terbuka terhadap semakin banyak orang Islam dan terhadap munculnya aliran Islam yang keras yang dikenal sebagai Wahhabisme di Amerika Serikat, hati saya mulai tertusuk dan semakin tertusuk.

Di hampir sepanjang hidup, saya mencintai Allah dan bertaqwa kepada-Nya sebagaimana berulangkali diperintahkan oleh Al-Qur’an. Saya berbicara langsung kepadanya dan yakin bahwa Dia Mahatahu.

Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga muslim yang beribadah. Kedua orangtua saya berpandangan moderat. Dengan dibesarkan di masyarakat Amerika, mereka sadar akan kenyataan hidup di tengah-tengah kaum non-muslim. Ayah saya mendalami hukum Islam, tetapi beliau tidak hendak menciptakan kembali Arabia abad-ketujuh. Ada banyak diantara teman-teman muslim kami yang penasaran mengapa kami mencoba menganut vegetarianisme dan menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman nonmuslim. Ketika saya dan ibu saya menutupi kepala kami dengan kerudung dan memakai baju yang longgar di depan umum, ayah dan saudara-saudara lelaki saya biasanya mengenakan kopiah untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai muslim juga. Ayah saya memakai jenggot untuk menutupi wajah beliau, tetapi meminta ibu saya untuk tidak lagi mengenakan cadar (penutup wajah) sejak pernikahan mereka lantaran mengundang banyak perhatian yang negatif. Kami menonton televisi, mendengarkan musik, dan memanfaatkan foto.

Kami juga beribadah secara teratur, dengan berpuasa sepenuhnya, bershalat sekhusyuk-khusyuknya, dan berzakat. Dari kedua orangtua, saya mendengar mengenai orang-orang muslim “gila” yang melakukan kekerasan di jalanan karena mereka telah memasuki Islam dengan segala kekasaran dan kebodohan pra-Islam mereka; orang-orang muslim penindas yang memandang istri dan putri mereka sebagai hak milik mereka; orang-orang muslim kaya yang memandang rendah kaum mualaf Amerika dan yakin bahwa semakin putih kulit seseorang, semakin baiklah orang itu. Saya telah mendengar semua itu, tetapi jarang menyaksikannya dengan mata saya sendiri. Ketika semasa dewasa-awal, saya mulai berhubungan dengan sebagian dari orang-orang semacam itu, sedangkan kedua orangtua saya mengingatkan saya untuk berhati-hati.

Pelarangan muslim terhadap musik, gambar makhluk hidup, dan gerakan pembebasan perempuan menyebabkan saya sedih. Walau kedua orangtua saya mendorong saya untuk bepergian ke segala penjuru sewaktu saya masih lajang dan belum beranak, orang-orang muslim lainnya memberi tahu saya bahwa seorang wanita seharusnya tidak pernah bepergian tanpa dijaga oleh pria [muhrimnya]. Mereka memuji pemakaian jilbab saya, tetapi mempersoalkan mengapa saya tinggal sendirian di apartemen saya sendiri. Bahkah setelah saya jelaskan bahwa saya tinggal sendirian itu supaya lebih dekat dengan komunitas muslim, mereka masih bla bla bla kepada saya. Saya dihargai lantaran menjadi muslimah yang sopan dan santun, tetapi saya saksikan bahwa wanita-wanita di komunitas saya disingkirkan lantaran mempertanyakan atau mengkritik pandangan seorang pria pemimpin [kami]. Lagi dan lagi, saya mulai melihat bahwa kepemimpinan muslim saya kurang peduli perihal merangkul [saudara sesama] muslim. Ia lebih cenderung memperkokoh kekuasaannya dan menyingkirkan orang lain yang dianggap mengancam kekuasaannya.

Sampai waktu yang lama, keluar dari Islam bukanlah opsi bagi saya. Sepengetahuan saya selama itu, tidak ada orang keluar dari Islam yang tidak dizalimi. Walau benar bahwa banyak orang tidak lagi beribadah, semua muslim kenalan saya bersikeras bahwa tidak ada yang benar-benar keluar dari agama ini kecuali jika mereka ditipu atau dipaksa oleh para misionaris. Segala hal yang saya baca mengenai pemurtadan merupakan kebenaran yang tak bisa disangkal saat itu.

Menjadi muslim di masyarakat tampaknya berbeda dengan menjadi muslim di keluarga saya, dan saya tidak tahu apakah komunitas saya ini benar-benar pas untuk saya. Saya tidak merasa bebas untuk berbicara menentang kebusukan-kebusukan di komunitas saya. Saya bahkan merasa takut meluruskan prasangka dan fitnah yang saya saksikan di kalangan pemimpin—meskipun semua orang tahu bahwa itu merupakan salah satu dosa besar dalam Islam, yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai “memakan bangkai saudaranya” (49: 12). Mengapa saya begitu takut? Secara bertahap, saya menjadi sadar akan adanya jurang pemisah antara menjadi muslim yang baik dan menjadi dianggap baik oleh orang-orang muslim.

Living Islam Out Loud mencakup limabelas esai dan sejumlah puisi yang merambah apa yang dimaksud dengan menjadi wanita yang dibesarkan sebagai muslimah dan sebagai orang Amerika. Beberapa esai itu hebat dalam melaporkan keamanan dan kenyamanan pengasuhan muslim dan peralihan kasar menuju masyarakat muslim dewasa yang jauh dari sempurna.

Bagi wanita-wanita yang diajar untuk percaya bahwa pernikahan yang baik merupakan prestasi terbesar mereka, tidaklah mengherankan bahwa retaknya hubungan mereka dengan suami mereka membuat mereka mempertanyakan makna kehidupan mereka. Para wanita ini mengungkapkan kekecewaan dan merasa dikhianati oleh Tuhan dan komunitas mereka, tetapi lambat-laun mereka memperbarui karakter mereka. Mereka mulai menyadari bahwa menjadi muslim yang baik bukanlah jaminan akan bahagia. Dalam upaya pembaruan diri itu, mereka harus membuka kembali hubungan mereka yang langsung dengan Tuhan dan saling bekerja sama, sehingga merintis jalur alternatif menuju impian muslim Amerika.

Sebagaimana wanita-wanita dalam Living Islam Out Loud, saya bangkit untuk mengatasi noda-noda yang mencemari keindahan Islam yang telah diajarkan oleh kedua orangtua saya. Impian saya adalah menjadi muslim sampai nafas terakhir, tetapi impian ini berangsur-angsur lenyap. Dari waktu ke waktu, saya menjumpai orang-orang muslim yang menakjubkan, yang memeluk iman mereka dengan benar, tetapi hampir semua diantara mereka menjauh dari “komunitas” muslim. Kalau begitu, apakah saya harus membesarkan anak-anak saya kelak dengan menjauh dari orang-orang Islam supaya iman mereka terpelihara? Ada sesuatu yang sungguh keliru dengan gambaran itu.

Tidak seperti wanita-wanita dalam Living Islam Out Loud, saya kehilangan iman saya. Perilaku orang-orang Islam yang berlebihan dan kontradiktif yang saya ketahui itu tidak dengan sendirinya menyebabkan saya keluar dari Islam. Namun, perilaku tersebut membuat saya mempertanyakan eksklusifitas Islam dalam mempengaruhi orang-orang secara transformatif. Saya telah membaca Tao Te Ching selama beberapa tahun dan mulai membawa buku tersebut di dompet saya, berdampingan dengan Al-Qur’an berukuran-saku saya. Buku tersebut menjadi pelipur lara saya juga. Saya sudah tahu bahwa orang-orang non-muslim bisa juga memiliki hikmah atau kearifan, tetapi yang paling membuat saya terpukul adalah temuan bahwa Al-Qur’an itu baru dihimpun menjadi satu pada beberapa tahun selepas wafatnya Rasul. Saya belajar bagaimana tradisi Rasul dihimpun–dan kini ada lebih banyak keraguan mengenai kesempurnaannya.

Karena saya kehilangan iman, saya memilih untuk tidak lagi tinggal di dalam Islam berjuang melawan Status Quo. Hal-hal yang saya inginkan untuk saya sendiri—yang saya mohonkan dari Tuhan sejak masa kanak-kanak saya—merupakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan keadaan menjadi muslim pada khususnya. Akhirnya, saya melompat ke Universalisme Tauhid seraya mencari suatu filsafat yang memungkinkan saya untuk mengenali dan menghidupkan nilai-nilai terdalam saya.

Yang paling saya ingat dari masa kanak-kanak saya adalah suara-suara di penghujung hari. Ibu-ibu memanggil anak-anak mereka yang sedang bermain, lalu saya berlambat-lambat di trotoar seraya melambaikan tangan pertanda berpamitan. Orangtua saya berseru, “Saatnya shalat!” Saat melintasi halaman, saya dapat mendengar suara air mengucur di bak, tutup periuk bergemerincing, dan ayah saya melantunkan azan shalat Maghrib.

Ruang shalat merupakan ruang terbesar di rumah kami. Lantainya merupakan kayu keras yang licin, tetapi saya, saudara saya, dan ibu saya berdiri untuk shalat di atas sehampar permadani Oriental di tengah. Ayah saya menjadi imam di depan kami, di atas selembar sajadah. Di sebelah kiri saya adalah dinding dengan buku-buku islami. Tanaman-tanaman ibu saya memenuhi sudut-sudut ruang. Kami menghadap ke timur; di musim panas, yang bisa saya lihat melalui jendela lebar hanyalah dedaunan pohon-pohon di halaman-belakang kami.

Ruang shalat tersebut selalu terjaga bersih dan wangi dengan dupa. Di situlah tempat shalat harian, pembacaan dan percakapan mengenai agama, dan doa. Duduk di atas permadani bersama-sama dan berbincang-bincang sebagai sebuah keluarga itu bagus. Saya sangat menyukai bunyi gemerisik dedaunan di luar sana dan hembusan angin sepoi-sepoi yang masuk melalui jendela.

Sewaktu masih sebagai anak kecil, saya yakin sepenuhnya bahwa Islam merupakan sirat al-mustaqim, jalan lurus menuju keberhasilan dalam kehidupan ini dan kehidupan mendatang. Saya berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan senang menyimak cerita tentang para nabi, sahabat mereka, dan Hari Akhir. Keimanan saya kepada Allah semasa remaja saya masih kukuh, tetapi pada masa itulah pandangan-pandangan non-Islami mulai tertanam di dalam diri saya. Walau novel-novel karya Louisa May Alcott kesukaan saya (tokoh-tokoh utamanya ialah orang Kristen yang bijaksana, patuh kepada orangtua) tidak terlalu bertentangan dengan ajaran agama saya, acara televisi favorit saya ialah Star Trek: The Next Generation.

Saya dididik untuk percaya bahwa masa terbaik adalah zaman Muhammad yang kemudian memburuk dan terus memburuk hingga tiba Hari Kiamat. Ayah saya berbicara tentang akan datangnya [masa] kelaparan, wabah penyakit, gempa bumi, dan kebejatan di jalanan: Akan ada perang besar, lalu seorang imam agung muncul, kemudian Yesus kembali untuk menuntaskan kehidupannya di bumi dan mengalahkan Antikristus (ya, begitulah keyakinan seorang muslim), dan tercapailah kedamaian. Lalu sangkakala dibunyikan, dan Allah mengakhiri dunia ini. Kemudian semua jiwa dipanggil untuk menjalani pengadilan.

Walau itu semua sangat mengesankan, tidak tersedia banyak ruang bagi prospek perjalanan luar angkasa yang progresif, yang ditawarkan di film The Next Generation. Acara ini mengilhamkan suatu hasrat akan masa depan yang di dalamnya segala hal bisa terjadi, termasuk yang kini belum diketahui. Dengan berwatak optimistik, saya tidak tahu bagaimana menanggapi skenario kiamat dalam hadits Muhammad. Jika harus memilih antara [1] planet yang luluh-lantak akibat perang dan dirundung kekacauan dan [2] kehidupan sebagai direktur perusahaan besar [dalam dunia yang normal], tentu saja saya takkan kesulitan untuk memilih. Namun, tidakkah ini melecehkan Tuhan? Sebagai seorang remaja belia, saya tidak tahu bagaimana mengkompromikan harapan saya (bahwa manusia bisa belajar dari kesalahannya) dengan kebenaran yang dikatakan kepada saya: Umat manusia ditakdirkan mengalami kemunduran tanpa intervensi langsung dari Allah.

Kadang-kadang saya merasa penasaran apakah saya meninggalkan Islam hanya karena saya kekurangan imajinasi. Mungkin memang begitu, tetapi saya juga tahu saat itu bahwa saya tidak ingin menghabiskan sisa umur saya dengan berdebat—untuk membela diri saya sendiri menghadapi kaum muslim konservatif dan membela Islam menghadapi nonmuslim.

Islam kelihatannya meletakkan saya ke dalam sebuah kota, dengan label-label yang berlainan di setiap sisi bagi mereka yang memandang saya dari sudut-sudut pandang yang berlainan. Apakah Universalisme Tauhid meletakkan saya ke dalam sebuah kotak juga? Islam yang saya alami tidak selalu menghargai saya selaku seorang anak gadis Amerika berkulit hitam yang mualaf: Saya dipandang dengan sebelah mata oleh semua orang Islam yang merasa pasti lebih baik daripada saya lantaran mereka berasal dari suatu masyarakat muslim yang berbicara dalam bahasa Arab, atau lantaran tidak berkulit hitam.

[Saya pun bertanya-tanya:] Mengapa semua rasul itu laki-laki? Mengapa saya harus meminta izin kepada pria-pria yang diberi wewenang? Mengapa kedua orangtua saya yang merupakan buruh kurang dihargai oleh keluarga teman-teman saya yang “berkerah-putih”?

Kini saya harus bertanya kepada diri sendiri: Apakah Universalisme Tauhid (UT) menghargai saya? Dapatkah agama ini menghargai saya, seorang Latin berkulit hitam yang tidak banyak percaya kepada Tuhan? Di manakah pahlawan-pahlawan [penolong] saya? Di manakah tradisi UT yang melestarikan kebudayaan saya, leluhur saya?

Akan tetapi, sekarang saya tidak lagi berharap untuk menjadi “normal”. Menjadi pemeluk agama UT tidak memecahkan masalah-masalah saya, tetapi memungkinkan saya untuk menjalani hidup dengan harapan. Universalisme Tauhid adalah agama yang dapat berubah. Masa lalunya bukanlah pencetak masa depannya. Ajarannya dapat berkembang. Bila saya merasa ganjil dalam komunitas [UT] yang saya ikuti, saya dapat berbicara dengan terus terang. Kemungkinan-kemungkinan selalu terbuka; masa depan terbuka bagi kita. Itulah keimanan yang dapat saya peluk.

————
Diterjemahkan oleh M Shodiq Mustika dari Hafidha Acuay, “From Islam to Unitarian Universalism” dalam UU World, Summer 2006.

212 gagasan untuk “Kisah Nyata: Mengapa Hafidha Acuay Murtad dari Islam

  1. “SEKILAS TENTANG PAULUS”

    Para kristolog tentu sudah mafhum bahwa pasca kenaikan Isa Al Masih, tampaknya banyak kaum nasrani tidak lagi mengamalkan ajarannya.
    Injil direvisi total, Isa Al Masih dan Rohul Qudus (melalui berbagai tahap konsili) telah di tuhan-kan, umat manusia perlahan kembali menganut ajaran paganisme.
    Setelah Isa Al Masih diangkat serta para sahabatnya telah tiada, maka penganut ajaran Isa (kaum nasrani) menjadi minoritas. Mereka harus berjuang menyelamatkan nyawa dari kejaran para paganisme sebagai perusak pertama ajaran Isa Al Masih yang dipelopori oleh paulus.
    Awal kebohongan pertama paulus adalah pada saat ia memacu kencang kudanya dan sekonyong-konyong kudanya terjatuh dan paulus terlempar jauh. Dalam setengah sadar paulus berkata bahwa ia mendengar pesan Isa Al Masih agar menyebarkan ajarannya.
    Katanya lagi, bahwa sebagai orang yang paling berdosa, ia telah meminta ampun dan bertobat sambil menepuk-tepuk kepalanya dengan debu, ia menyesal karena telah berdosa menjadi tangan setan yang membantai dan membunuh pengikut-pengikut Isa Al Masih (dalam hal ini kaum nasrani)
    Ketika paulus datang ketempat para murid Isa Al masih, saat itu terjadi perdebatan yang sangat menegangkan antara mau menerimanya atau menolaknya. Tapi berkat pengaruh Barnabas, akhirnya paulus dapat diterima, lalu ditempatkan disuatu pertapaan.
    Dipertapaan, paulus bukannya bertobat melainkan menggunakan kesempatan untuk menyusun doktrin-doktrin diantaranya :
    - Menghilangkan syariat Nabi Musa dan Nabi Isa Al Masih seperti : Khitan
    - Merubah ajaran Isa Al Masih dengan mendirikan agama kristen (katolik), dll.
    Tidak sampai disitu saja, bahkan kitab Injil sebagai Wahyu Allah untuk Nabi Isa putra Maryam, oleh paulus berani menambah isinya bahkan dijadikan ajaran pokok umat kristen sampai saat ini, diantaranya :
    1. Surat paulus kepada jemaat di roma
    2. Surat pertama paulus untuk jemaat di korintus
    3. Surat kedua paulus untuk jemaat di korintus
    4. Surat paulus untuk jemaat di galatia
    5. Surat paulus untuk jemaat di efesus
    6. Surat paulus untuk jemaat di filipi
    7. Surat paulus untuk jemaat di kolese
    8. Surat paulus pertama untuk jemaat di tesalonika
    9. Surat paulus kedua untuk jemaat di tesalonika
    10. Surat paulus pertama kepada timotius
    11. Surat paulus kedua kepada timotius
    12. Surat paulus kepada titus
    13. Surat paulus kepada filemon

    Belum selesai , masih ada dari sahabat-sahabat paulus yaitu :

    14. Surat yakobus
    15. Surat petrus yang pertama
    16. Surat petrus yang kedua
    17. Surat yohanes yang pertama
    18. Surat yohanes yang kedua
    19. Surat yohanes yang ketiga
    20. Surat yudas

    -MENGENAI INJIL MATIUS, MARKUS, LUKAS & INJIL YOHANES, SESUNGGUHNYA ITU BUKAN WAHYU YANG DITURUNKAN LANGSUNG OLEH ALLAH SWT KEPADA MURID-MURID NABI ISA AS ITU, MELAINKAN HANYA BERUPA KESAKSIAN PARA MURID-MURID NABI ISA AS TENTANG RIWAYAT, UCAPAN, TINDAKAN DAN PERILAKU NABI ISA AS SELAMA HIDUPNYA!

    JADI BILA DIBANDINGKAN DENGAN ISLAM, MAKA SEHARUSNYA INJIL MATIUS, MARKUS, LUKAS DAN INJIL YOHANES ITU ADALAH SAMA DENGAN HADIST DAN BUKANNYA KITAB SUCI? JUGA PENYUSUNANNYA HARUS TERPISAH DENGAN KITAB SUCI.

    JUGA BELUM TERMASUK LATAR BELAKANG ORANG YANG MENG-RIWAYATKAN HADIST TERSEBUT, APAKAH ORANG TERSEBUT, HIDUP DI ZAMAN NABI TSB, KEMUDIAN DAPATKAH ORANG TERSEBUT DIPEGANG UCAPANNYA? BAGAIMANA LATAR BELAKANG ORANG TERSEBUT? BAGAIMANA LATAR BELAKANG KELUARGA & KETURUNANNYA, DSB?

    MAKANYA DALAM ISLAM TIDAK SEMUA HADIST DAPAT DIBENARKAN, TERGANTUNG SIAPA YANG MENG-RIWAYATKAN HADIST TERSEBUT? TERMASUK SEKALIPUN DIA SEORANG YANG JUJUR TETAPI JIKA IA LAHIR BUKAN DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW, MAKA HADIST TERSEBUT BELUM TENTU HADIST YANG BENAR, MENGAPA? SEBAB HADIST-HADIST ITU SEBAGIAN BESAR DIRIWAYATKAN SETELAH RATUSAN TAHUN NABI MUHAMMAD SAW WAFAT! WALLAHU’ALAM BISHOWAB,…

    CATATAN :
    -SUNGGUH LUAR BIASA SI PAULUS , SANG PENYESAT!!!
    -NABI ISA AL MASIH SAJA TIDAK BERANI MENAMBAH ISI INJIL, JUSTRU PAULUS BERANI!
    -SUNGGUH MANUSIA YANG DI LAKNAT OLEH ALLAH SWT.
    Wallahu’alam bishowab,…

    KEIMPULAN :

    -SEKITAR 94% ISI ALKITAB PERJANJIAN BARU ADALAH DIKARANG OLEH
    PAULUS & KELOMPOKNYA, DAN HERANNYA ORANG KRISTEN MENG-IMANI SEBAGAI KITAB SUCI!!!

    -PARA KRISTEN SELALU BEDALIH BAHWA SEKALIPUN DITULIS OLEH PAULUS CS, ITU DARI SISI TUHAN!

    -LOGIKANYA, BAGAIMANA DARI SISI TUHAN, SEBAB TIDAK MUNGKIN ALLAH SWT MENGANGKAT SEORANG PEMBANTAI & PEMBUNUH SADIS MENJADI RASUL, ITU BUAL & OMONG KOSONG

    -PARA KRISTEN AKAN BERKATA BAHWA PAULUS TELAH BERTOBAT? TAPI APAKAH TOBATNYA DITERIMA OLEH ALLAH SWT? BAGAIMANA DENGAN DOSANYA TERHADAP ORANG-ORANG YANG DIBANTAI & DIBUNUH, APAKAH ORANG-ORANG TSB PERNAH HIDUP KEMBALI UNTUK MEMBERI MAAF KEPADA PAULUS, KHAN TIDAK?

  2. MURTAD ATAU PINDAH AGAMA ITU MENURUT PANDANGAN SAYA TIDAK MENJADI MASALAH, JIKA SETELAH MEMELUK AGAMA/KEPERCAYAAN YANG BARU ITU JUSTRU MENJADIKAN SI MURTAD LEBIH BAIK DIBANDINGKAN DENGAN DULU SEWAKTU SI MURTAD BELUM MURTAD

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD TIDAK MELAKUKAN SEGALA BENTUK KEJAHATAN

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD JUSTRU MEMPERBANYAK AMAL KEBAJIKAN

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD JUSTRU MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT DENGAN MEMBANTU ORANG LAIN

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD TIDAK MELAKUKAN PENGRUSAKAN DLL.

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD BATHIN-NYA MENJADI BERSIH BEBAS DARI KEBENCIAN, KEMARAHAN, IRI HATI, KESERAKAHAN

    PESAN SAYA BIARLAH YANG MURTAD BIAR MURTAD JIKA DENGAN KEMURTADDANYA MENJADIKAN SI MURTAD LEBIH BAIK DAN LEBIH BERGUNA BAGI ORANG LAIN DAN DIRINYA

    PESAN SAYA :
    JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA DENGAN APA YANG KAMU DENGAR DAN APA YANG KAMU BACA, JANGAN PERCAYA DENGAN ADAD KEBIASAAN YANG TELAH DILAKUKAN SECARA TURUN TEMURUN, JANGAN PERCAYA DENGAN DOKTRIN-DOKTRIN YANG MEREKA BERIKAN KEPADAMU,.. TETAPI… B U K T I K A N L A H DULU
    “Jika itu ber-MANFAT bagi kamu dan ber-MANFAAT bagi orang lain,.. dan.. Jika itu TIDAK MERUGIKAN kamu dan TIDAK MERUGIKAN orang lain dan itu merupakan KEBENARAN yang dilakukan oleh para Bijaksana, maka peganglah ajaran itu”

    Pesan saya :
    1. Jangan melakukan segala bentuk kejahatan
    2. Perbanyaklah berbuat kebajikan
    3. Sucikanlah hati dan pikiran (Bathin)

    “Berbuat baiklah supaya menjadi orang baik”

    • iya memang pak wong agung
      pindah agama dan dinilai baik apabila dia menjalankan agama baru yg dia anut
      baru dinilai baik di dalam kelompok baru tersebut

      namun pak paulus sendiri banyak menyampaikan ajaran yang bertentangan dengan yesus
      mau contohnya..ini

      Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Luk 2:21)
      sepakat yah… yesus HARUS di sunat

      naah pada
      Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Kor 7:19)

      bertentangan kan yang dilakukan yesus dengan paulus
      yesus wajib, paulus gak penting katanya

      gak perlu jawaban aneh2 atau mbulet, anak sd ato smp sudah bisa menyimpulkan, kedua informasi di atas bertentangan

      mohon tanggapannya berdasar dua penggal ayat di atas

  3. To. Wong Agung

    Kata anda : sekalipun dia murtad tapi setelah itu dia berbuat lebih baik kan gak masalah?

    Komentar saya adalah :

    1. Allah SWT tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk menyembahNya
    2. Murtad itu artinya menyembah & meng-tuhan-kan selain Allah SWT
    3. Sekalipun berbuat yang terbaik didunia ini, tetapi jika meng-sekutu-kan Allah
    SWT, maka segala amal perbuatan anda adalah sia-sia,
    4. Dihari kiamat nanti Allah SWT akan mengharamkan surgaNya kepada para
    murtad & manusia-manusia kafir.
    5. Allah SWT akan menyuruh kepada kalian (para murtad & kafirun) untuk mintalah
    surga kepada tuhan-tuhan yang telah kalian sembah.
    6. Hidup didunia ini hanya sebentar? sehari diakhirat = 1000 tahun didunia, ingat,..
    umur kita didunia mungkin hanya 70 tahun saja? setelah itu kita akan
    pertanggungjawabkan apa-apa yang telah kita perbuat selama didunia
    Wallahu’alam bishowab,…

  4. tanggal berapa dan tahun berapa MUHAMMAD SI TUKANG KAWIN DAN PANGLIMA PERANG DIANGKAT JADI NABI…SEMENTARA AJARAN MUHAMMAD TIDAK ADA YANG BISA DITERIMA MANUSIA SEPERTI POLYGAMI HANYA ORANG BODOH YANG MAU DI MADU

  5. To. Para Misionaris

    Bagi kami umat islam, tidak ada yang mengejek, menghina apalagi meng-fitnah saudara-saudara kristen, tapi yang diungkapkan itu adalah : apa adanya? coba baca komentar saya diatas apakah ada yang difitnah? saya menulis sesuai dengan apa yang ada di alkitab anda? surat-surat paulus cs dijadikan kitab suci, kesaksian Matius, Markus, Lukas dan Yohanes juga dijadikan Injil? padahal yang sesungguhnya itu hanya merupakan kesaksian para murid-murid Nabi Isa Almasih tentang riwayat, perilaku dan tindakan Isa putra Maryam selama hidupnya.

    Jadi bila dibandingkan dengan Islam harusnya itu hanya merupakan hadist bukannya kitab suci dan penyusunannya harus terpisah dari kitab suci.

    PERTANYAANNYA :

    Ada dimana Kitab Injil yang sesungguhnya sekarang???, artinya Kitab Injil yang diturunkan langsung dari Allah SWT kepada Nabi Isa putra Maryam? Kitab Injil yang isinya tidak ada tulisan-tulisan tangan kotor paulus cs , dan tidak ada kesaksian-kesaksian Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, tolong dijawab?
    Wallahu’alam bishowab,…

    • tunjukkan kalo ada kucing sing iso ngguyu, tak melu2 ngguyu
      ap lod nang yutub lah bro..

      ngene kang bukri..
      ki forum diskusi lintas agama
      saya gk mekso sampeyan melu Islam agamaku
      gak.. sama sekali
      lha wong masuk neroko yoo rejeki mu, mlebu suwargo yoo nasib mu, kan ngono

      dalami tulisan mengenai kerancuan dalam injil
      dari segi bahasa, seperti kita ujian bahasa indonesia dulu itu lho

      salah satu hal, tuhan tidak terlihat dan manusia tidak akan sanggup melihatnya
      seperti pada : ”Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tak dapat melihat-Nya” (1 Timotius 6: 16) setuju yahh mas bro..

      namun ayat lain berkata

      ”Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel. Lalu mereka melihat Allah Israel” (Keluaran 24: 9-10);

      katanya tidak terlihat dan manusia tidak akan mampu melihatnya
      namun ayat di atas mengapa berbunyi demikian, mana yg benar
      seharusnya mereka tidak mampu dong melihat tuhan

      ini kajian ilmiah, saya tidak menjelekkan
      kalau bisa berbahasa indonesia dengan baik pasti akan tergugah untuk menelusurinya
      gunakan hati untuk mencari kebenarannya mengapa dua ayat bertentangan
      ditunggu tanggapannya

  6. orang islam selalu merasa paling benar…kristenlah yang paling benar…krn keluargaku ada dua orang yang masuk kristen dan mereka menceritakan kejelekan agamanya(islam) ajaran muhammad itu tdk ada yang benar…polygami…mama jika ditannya apa setuju….adekmu dikawini jadi yang ke tiga apa setuju…sholad knapa harus buka kolor biar kontol muhammad hidup..muhammad bukan nabi tapi BABI MUHAMMAD kapan muhammad diangkat jadi nabi…manusia tkg kawin kok jadi nabi jadi BABI IYA

    • ya jelas lah kami merasa paling benar
      masuk akal
      dari pada nyembah tuhan yesus WEDUSS

      tuhan dibantai… kalian merendahkan tuhan sendiri
      joko sasongko.. apa tindakanmu jika anakmu dibantai
      diam saja merelakan

      otak wedusssss

      gak mungkin yesus tuhan
      nabi isa adalah utusan Allah
      percoyo karo aku
      tenan ki..

      gak ada tuhan koq lemah, dibantai sama mahluk yg diciptakannya
      yg percaya, otaknya wis kuwalik

      pernah yesus ngomong
      saya yang menciptakan matahari bulan bintang dan manusia

      gak ada sama sekali
      renungkan joko sasongko

    • joko sasongko,poligami itu kalau ada persetujuan dri istri 1,nikah resmi,hrs adil dlm berbagi.shalat itu menutup aurat.helllow..qt umat muslim ga makan babi.masa tuhan bisa dibantai?keluargamu yg murtad emg org bner?miskin iman.

  7. IKAN MAS..DASAR KAU SAMA KAYAK MUHAMMAD OTAKMU KAYAK BABI….MUHAMMAD TUKANG PERANG,,,,MEMBUNUH….MERAMPAS…POLYGAMI KOK BISA JADI NABI…..NABI ITU HARUS PERNAH MEMBUAT MUJIZAT….CONTOH MUSA MEMBELAH LAUT..NABI NUH…MUHAMMAD HANYA BESARKAN KONTOL AJA KOK JADI NABI….ITULAH YANG BAWA KAU KE NERAKA..

    • poligami dibolehkan bila bisa berbuat adil
      bila mampu, pernikahan yg kedua adalah sah resmi
      hubungan mereka tidak termasuk zina

      kira2 kamu pernah melihat berita2 gak yaaah penelitian kecil
      banyak pria yg selingkuh ketika dinas luar

      menurutmu bagaimana
      boleh atau tidak?

      kecenderungan pria seperti itu tapi relatif sih, tidak semuanya
      inti poligami adalah berbuat adil
      tp kalau tidak bisa adil ya tidak boleh poligami
      ada syaratnya juga, meminta persetujuan istri

      kalau joko sasongko bisa berbahasa pasti akan mendalami alasan dan syarat2 poligami

      tp kalo sepintas yaah hanya kalimat kotor yg keluar dari lambe mu, jok

      katanya ajaran damai, nyatanya tulisanmu buruk sekali
      omong kosong lah kau…

  8. Setuju sama IKan Mas (y)

    to JOKO SASONGKO, soal poligami janganlah anda berkomentar kalau belum mengerti betul. poligami Rasul sangat berbeda jauuuhh dengan poligami manusia jaman sekarang. poligami manusia jaman sekarang hanyalah karena Nafsu, tapi poligami Rasul adl perintah Allah, Rasul mengawini janda2 yg ditinggal wafat suaminya karena perang, hamba sahaya yg belum merdeka, bahkan istri Rasul pun ada yg membawa anak dr pernikahan dg suami sebelumnya. beda sekali bang sama poligami sekarang.

    To Hafidha Acuay, sabarlah, itu hanya sebagian kecil muslim, banyak juga kok muslim yg menjunjung tinggi persaudaraan yg sadar betul akan ajaran keislamannya yg tdk membeda2kan kulit hitam dan putih.

  9. Manusia dari tiada kembali ketiada,datang kedunia bukan maunya sendiri,matipun bukan atas kemauan kita,tuhan hanya Allah,manusia ada hanya untuk memuliakan Allah,adalah manusia mahluk yang suka protes karena bodoh nya tentang Allah,manusia beriman kepada Allah dan beramal baik,masuk surga,manusia beriman kepada Allah beramal jelek melalui neraka baru surga,manusia tidak beriman kepada Allah,masuk keneraka,
    Sangat-sangat indah beriman kepada Allah, beriman selain kepada Allah hanyalah ketololan.karena banyak kitab ,dan rasul yang telah di utus hanya saja kita belajarnya tidak sungguh-sungguh,dan fanatik membela yang kita ketahui saja.sadar langit dan bumi ,isinya dan kita hanyalah ciptaan Allah.kita hanyalah kefanaan

  10. To Hafidha acuay,
    Jika anda benar ada, anda hanya sepotong debu tak punya keiklasan, dan anda orang yang tida pernah menghargai siapa pun mahluk ,termasuk orang tua ,dan anda tidak pernah menempatkan kebaikan orang tua sebagai ibadah,anda hanyalah gadis manja tak punya pendirian, hidup anda kosong tak punya tujuan,anda menempatkan diri anda terlalu mulia di muka sipapun termasuk dihadapan tuhan,orang seperti anda adalah orang sunyi /dingin yang butuh perhatian, anda menyalah kan semua yang telah anda miliki termasuk tuhan,orang seperti anda adalah orang yang membuang keindahan menggantinya dengan najis , anda adalah gadis kaya dan mapan dipersimpangan jalan, bangunlah dari mimpimu ciumlah tangan ibumu ,wahai ibu sungguhlah engkau ibuku…….setelah ibumu mati nanti engkau pasti menyesal……….

  11. islam tidak mengajarkan kekerasan,tapi orangnya yang menampakkan kekerasan jangan pernah mengatas namakan islam,nanti allah akan murka padamu,sebenarnya oarng murtad itu bukanlah karena tidak sesuai lagi dengan hati tapi memang tidak ada lagi hidayah dan rahmat dari allah,karena dalam kitab sudah jelas bahwa manusia yang tidak dapat hidayah dari allah adalah manusia yang merugi dia sudah tidak lagi bisa membedakan mana agam yang benar dan salah.

  12. yah begitulah manusia berfikir bahwa kebenaran adalah dirinya sendiri. kenapa saya bilang begitu?
    mari koreksi bersama…………. siapa tuhan?
    menurut nabi ibrahim di dalam al qur`an
    Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?. Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata. Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata : “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberikan petunjuk kepadaku pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah tuhanku, ini lebih besar”, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata : “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(QS. Al-An’an: 74-79)

    1) intinya sesuatu yang bersifat tidak kekal tidaklah dapat dianggap tuhan.
    2) jika tuhan itu tidak memperhatikan (tidak memipin makhluknya 1 detik saja pastilah dia golongan yang sesat). berati tuhan selalu memperhatikan makhluknya setiap saat
    3) tuhan yang menciptakan seluruh isi alam termasuk akhirat. pernahkah kita berifikir siapa yang menciptakan seluruh alam ini? apa bisa alam ini terbentuk tanpa adanya yang membuatnya? saya pernah baca berita alam ini terbentuk karena grafitasi. coba fikir lagi siapa yang membuat bahan2 tanah, air, besi, batu, magnet, siapa yang membuat? apa manusia bisa membuat bahan2 tersebut? apa binatang bisa membuat hal2 tersebut?
    4) apakah patut kita menyembah ( tunduk) kepada yang bukan maha pencipta?

    pertanyaan jika tuhan memerintakan kita sesuatu, meski perintah tuhan itu berlawanan tentang kebenaran (menurut kita) garis bawahi (menurut kita bukan kebenaran menurut tuhan). tetapi malah kebenaran yang kita anggap benar itu malah menurut tuhan itu salah. apa kita lebih pintar lebih sempurna pemikirannya di banding dengan tuhan?

    kerena kebenaran atau keadilan menurut manusia satu dengan yang lain itu tidaklah sama…….. jadi tidak ada ukuran yang jelas soal kebenaran dan keadilan jika di rumuskan oleh manusia. sungguh ALLAH SWT yang maha adil dan maha benar.

    sebenarnya saya tidaklah boleh manfsirkan ayat2 al qur`an………. jangan sebarkan penafsiaran ini saya masih takut salah……. karena ALLAH SWT LAH yang maha tau atas apa yang terjadi dan yang akan terjadi dan ALLAH SWT yang lebih mengerti apa isi kandungan setiap ayat2nya…….. semoga dapat menguatkan iman kita semua……… jangan berkata kita benar katakanlah ALLAH SWT (TUHAN) LAH YANG PALING BENAR termasuk penafsiaran saya bukanlah yang paling benar

  13. hadeeeh.. yang muslim gini, yang nasrani gitu. merasa “paling tau” dengan agama sendiri, dan “paling tau” juga agama lain. berasa jadi Tuhan banget, berani klaim yang ini dan yang itu masuk neraka. Mau Tuhan menjelma jadi manusia kek, mau si Paulus dari pembantai jadi rasul, klo Murtad trus berbuat baik tetep masuk surga kek, dan tetek bengek lainnya, itu urusan Tuhan sendiri. Mau Tuhan jadi manusia, emang gak bisa? Mau Memaafkan orang yang sudah banyak berdosa, emang gak bisa?

    Semua itu misteri Illahi, kita ngga akan pernah tau. dan juga, ngga usah sok kenal dan sok deket samaTuhan deh, seakan2 tau apa yang Beliau pikirkan, rencanakan atau apa yang Beliau lmau buat.

    Btw keluarga besar gw campuran Nasrani dan Islam, sampai sekarang ngga ada masalah. pas lebaran gw pulang kampung, pas natalan juga pulang kampung. ngeliat di forum ini yang muslim dan nasrani berantem, ya memang iman kalian DANGKAL…!!! Ngga suka? I don’t give a shit..

  14. KALO GAK TAU NIH SAYA BERI TAHU

    Mulanya jesus itu adalah jezeus dewa matahari dewanya bangsa romawi, kemudian atas inisiatif dari paulus dan para utusan gereja maka diusulkan kepada raja romawi agar jesus diangkat jadi tuhan.

    Setelah raja rowawi setuju, maka pada tahun 325M di Nicea dilaksanakanlah musyawarah yang terkenal dengan doktrin pengangkatan Jesus menjadi tuhan
    Sesungguhnya orang-orang romawi pada saat itu tidak setuju dengan pengangkatan jesus menjadi tuhan, sebab mereka punya kebiasaan setiap tanggal 25 desember bersenang-senang untuk merayakan dewa mereka yaitu dewa matahari

    Agar tidak menghilangkan kebiasaan orang-orang romawi dalam perayaaan terhadap dewa matahari yang jatuh setiap tanggal 25 desember, maka oleh raja romawi perayaan dewa matahari diganti menjadi hari kelahiran jesus yang disebut natal

    Makanya pada latar belakang gambar jesus selalu ada gambar matahari, itu pertanda bahwa jesus itu adalah jezeus dewa matahari

    Kasihan ya, tidak pernah belajar sejarah, doktrin sesat tentang ketuhanan jesus ditelan mentah-mentah, itu namanya bodoh

  15. cah SD

    Ketika Yesus di salib dia berdoa ” Ya Tuhan kenapa Kau lupakan aku?

    Sedih rasanya ada seorang manusia yg mengajarkan iman kepada Allah tp dikhianati oleh murid murudnya sendiri.

    Maka jangan pernah percaya dengan ajaran murid-muridnya Yesus, Yesus mengajarkan manusia untuk menyembah Allah oleh muridnya di belokan disuruh nyembah Yesus. yo ora klop to..dasar penghianat.

    Yesus adalah bukti nyata penciptaan Allah. Dan yesus adalah utusan Allah..jadi jangan mau di dokrin nyembah Yesus.

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s