Soal-Jawab 13: Sikap Universalis Tauhid terhadap Persoalan Masyarakat

Apakah “gereja” Universalis Tauhid (UT) mengambil sikap terhadap persoalan-persoalan masyarakat?

Ya. Setiap tahun di Sidang-Umum Asosiasi Universalis Tauhid (UUA: Unitarian Universalist Association) 2.500 delegasi memberi suara mengenai tiga atau empat resolusi yang relevan dengan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan terkini. Walau suara pada resolusi-resolusi ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat setiap anggota “gereja” UT, resolusi itu menggambarkan pendapat UT. Selain itu, resolusi tersebut mendorong orang-orang UT untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai hal itu dan menjadi terlibat di tingkat lokal.

Para pemuka agama UT dan orang-orang UT lainnya seringkali mengambil sikap pula secara individual terhadap kebijakan-kebijakan publik yang kontroversial. Dua contohnya adalah Perang Vietnam dan wajib-militer untuk perang tersebut.

Meskipun kita membuat pernyataan kolektif dan mendorong tindakan tertentu, individulah yang pada akhirnya harus memutuskan sendiri sikapnya terhadap setiap persoalan masyarakat itu.

Mengenai persoalan publik yang manakah “gereja” UT mengambil sikap?

Mengenai persoalan-persoalan terkini, meliputi: sumber energi yang bersih, minyak bumi, konservasi energi, polusi, aborsi, pengendalian senjata, imigrasi, kelaparan, gelandangan, rasisme, pelucutan senjata nuklir, dan perawatan kesehatan.

Seberapa aktifkah orang-orang UT terhadap masalah-masalah sosial?

Walau benar bahwa orang-orang yang paling rentan terhadap kezaliman di masyarakat kita (yaitu orang miskin dan kaum minoritas) tidaklah banyak di barisan kami, ada banyak orang UT yang berada di garis depan mengenai masalah keadilan sosial. Di samping itu, hampir semua komunitas UT memberikan dukungan institusional mereka secara teratur dalam rangka menegakkan keadilan sosial.

UT mungkin tak bisa dianggap sebagai agama orang-orang tertindas. Namun, UT pun tak dapat dipandang sebagai agama bagi kalangan atas saja sebagaimana yang dikatakan oleh George Templeton Strong mengenai orang-orang Unitarian di abad ke-19, yang sebagian besar dari mereka merupakan bagian dari kelas atas di New England: “Mereka berpikiran sehat, masuk akal, polos, cerdas, dan orisinil dalam mendiskusikan masalah kemalangan masyarakat atau pun kezaliman. Namun entah bagaimana, mereka tidak menjumpai [masalah kezaliman] itu.”

Di masa kini, kita benar-benar menjumpai [masalah kezaliman] itu.

Kendati ada gangguan dari pemerintah, buku kontroversial apa yang diterbitkan oleh UUA pada awal 1970-an?

Pada tahun 1971, UUA merupakan satu-satunya organisasi yang menerbitkan keseluruhan empat jilid The Pentagon Papers.

Apa pandangan “gereja” UT mengenai aborsi?

Sebagai institusi, kami mendukung kebebasan untuk memilih aborsi, sebagaimana pandangan mayoritas orang-orang UT.

————
100 Soal-Jawab Mendasar perihal “Agama” (sistem kepercayaan) Universalisme Tauhid
© 1994-2000 by the Unitarian-Universalist Church of Nashua, New Hampshire
Indonesian Translation Copyright © 2010 by M Shodiq Mustika
All rights reserved

Diterbitkan oleh

Prof. Idiot

M Shodiq (Musa Mustika), a national bestseller writer, a former lecturer of a well-known university in Indonesia.

Satu tanggapan untuk “Soal-Jawab 13: Sikap Universalis Tauhid terhadap Persoalan Masyarakat”

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s