Soal-Jawab 8: Sistem Kependetaan Agama Universalisme Tauhid

Bagaimana “pendeta” UT (Universalisme Tauhid) dididik?

Untuk menjadi “pendeta” (imam/pemuka agama) UT yang terakreditasi, seorang pria atau wanita mula-mula harus disetujui oleh Komite Persekutuan Pendeta UUA. Inilah badan yang menilai surat-surat mandat dan kemampuan calon “pendeta”. Kandidat harus meraih gelar S1 dan S2 Ketuhanan (Divinity) atau gelar yang lebih tinggi dari seminari teologi.

Pelatihan kependetaan spesifik ditawarkan di Starr King School for the Ministry di Berkeley, California; Meadeville Lombard Theological School di Chicago; dan Harvard Divinity School. (Harvard Divinity School
mendidik pula pendeta-pendeta dari sejumlah sekte lain.) Namun demikian, gelar dari sekolah tinggi teologi yang terakreditasi bisa diterima, asalkan kandidat memiliki pendidikan spesifik di Universalisme Tauhid.

Bagaimana gereja/persekutuan/komunitas UT memilih pendeta/imam/pemuka agama?

Bila terjadi kekosongan, maka gereja atau persekutuan atau komunitas UT menunjuk Komite Pencarian dari anggota-anggotanya. Peran UUA dalam hal ini adalah menyediakan daftar calon pendeta yang telah disetujui [oleh Komite Persekutuan Pendeta UUA] kepada Komite Pencarian, yang kemudian menyaring, mewawancarai, dan membuat rekomendasinya, suatu prosedur yang biasanya berlangsung setahun. Pada sebuah rapat khusus, para anggota gereja/persekutuan/komunitas itu mendengar laporan dari Komite Pencarian dan memberi suara untuk menerima ataukah menolak rekomendasi dari Komite Pencarian.

Adakah “pendeta” UT yang berasal dari latar belakang non-Kristiani?

Ya, mereka datang dari sekte-sekte Kristen, Yahudi, dan keimanan-keimanan lain. Kelihatannya sebagian besar dari mereka berasal dari tradisi Kristen.

Apa peran “pendeta” (imam/pemuka agama) UT?

Seperti para pemuka agama lainnya, “pendeta” UT merupakan seorang guru, pemandu, pengkhotbah, konselor, dan administrator. Namun pemuka agama UT ini diharapkan menyampaikan kebenaran sebagaimana yang dia ketahui kepada jemaat/komunitas, dengan pemahaman bahwa para anggota jemaat/komunitasnya itu akan menyusun pemikiran mereka sendiri mengenai bahasan yang disajikan.

Apakah sang “pendeta” mendukung keyakinan yang berlainan?

Ya, kebebasan iman [individual] berlaku bagi “pendeta” atau pun bagi setiap anggota jemaat/komunitas. Namun melampui keyakinan individualnya, sang “pendeta” menyediakan sikap yang terbuka terhadap orang-orang yang keyakinannya lain daripada dia.

Dapatkah wanita menjadi “pendeta” UT?

Ya. Pada kenyataannya, Universalist Church of America merupakan aliran agama pertama yang melantik “pendeta” wanita, Olympia Brown yang dinobatkan pada tahun 1863.

Berapa persentase “pendeta” yang dipekerjakan di “gereja” UT lokal yang merupakan wanita?

Sekitar 25 persen, angka tertinggi dari segala sekte mapan.

Berapa persentase “pendeta” UT seluruhnya yang merupakan wanita?

Termasuk yang sedang mengikuti pelatihan, hampir setengah dari pendeta di Asosiasi Universalis Tauhid itu perempuan.

————
100 Soal-Jawab Mendasar perihal “Agama” (sistem kepercayaan) Universalisme Tauhid
© 1994-2000 by the Unitarian-Universalist Church of Nashua, New Hampshire
Indonesian Translation Copyright © 2010 by M Shodiq Mustika
All rights reserved

Diterbitkan oleh

Prof. Idiot

M Shodiq (Musa Mustika), a national bestseller writer, a former lecturer of a well-known university in Indonesia.

Satu tanggapan untuk “Soal-Jawab 8: Sistem Kependetaan Agama Universalisme Tauhid”

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s