Soal-Jawab 5: Sejarah Agama Universalisme Tauhid

Apakah Universalisme Tauhid merupakan agama dari Amerika?

Asal-usulnya adalah Eropa dan Reformasi Protestan. Namun demikian, agama Universalisme Tauhid kontemporer ini merupakan agama yang lahir di Amerika, yang tumbuh dan berkembang di New England pada sekitar tahun 1750-1800 sebagai sempalan liberal dari Gereja Kongregasional (Congregational Church).

Apa sejarah agama Universalisme Tauhid (Unitarianism Universalism)?

Baik sekte Unitarianisme (Tauhid) maupun sekte Universalisme tumbuh dari sayap kiri Reformasi Protestan di Eropa semasa abad ke-16. Ketika merambah Amerika Serikat, keduanya dibumbui dengan citarasa Amerika. Kedua sekte tersebut muncul antara lain sebagai protes terhadap dua doktrin Calvinis: Dosa Asal (rusak total) dan Predestinasi (doktrin terpilih–kepercayaan bahwa Tuhan telah mentakdirkan apakah Anda akan masuk Surga ataukah tidak, bahkan sebelum Anda lahir).

Sekte Tauhid, walau mengakui realitas kenistaan, tidak percaya bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan rusak total yang darinya mereka dapat diselamatkan semata-mata melalui tingkah Tuhan Yang Mahakuasa. Orang-orang Unitarian itu yakin bahwa semua orang memiliki potensi untuk menjadi atau menjadi buruk, bergantung pada bagaimana mereka memilih jalan hidup dan pada lingkungan sosial tempat mereka lahir dan dibesarkan.

Orang-orang Unitarian tersebut merupakan orang Kristen yang yakin bahwa kita seharusnya menafsirkan Alkitab dengan sorotan akal. Meskipun Yesus dan Alkitab merupakan pusat kepercayaan mereka, mereka lebih menganggap Yesus sebagai guru etika dan moral daripada sesuatu yang supernatural. Mereka saat itu percaya bahwa Yesus ialah anak Tuhan, tetapi bukan Tuhan. Istilah “Unitarian” pada asalnya bermakna “non-trinitarian” (non-trinitas), suatu keimanan kepada satu Tuhan tunggal, bukan dalam tiga pribadi.

Istilah “Universalisme” pada asalnya bermakna bahwa setiap orang bisa diselamatkan (keselamatan universal), bertentangan dengan [paham bahwa] keselamatan itu didapatkan oleh sedikit orang yang dipilih oleh Tuhan. Meskipun Kristen, orang-orang Universalis tersebut tidak yakin bahwa Tuhan Yang Maha Penyayang akan menghukum orang-orang ke neraka secara abadi. Mereka yakin bahwa jiwa semua orang yang mati itu pada akhirnya kembali kepada Tuhan Yang Maha Penyayang ini, kendati sebagian orang itu masuk surga dalam waktu yang lebih belakangan.

Kedua sekte tersebut memiliki asal-usul Amerika pada akhir abad ke-18. Sebagian besar gereja Unitarian dan Universalis didirikan di New England, tetapi selama abad ke-19, Unitarianisme menyebar ke Barat dengan membangun banyak gereja di California.

Sepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Unitarianisme dan Universalisme merupakan alternatif dari Kristen liberal terhadap sekte-sekte Kristen yang keras dan dogmatis pada waktu itu. Selama abad ke-20, kedua sekte ini mulai menjauh dari asal-usul Kristiani mereka, dengan menuju sebuah agama [baru] yang didasarkan pada kebebasan iman individual. Orang-orang Universalis melepaskan identitas Kristiani mereka lebih belakangan daripada orang-orang Unitarian.

Sekarang, umat Universalisme Tauhid terdiri dari berbagai keimanan: humanis, agnostik, teis, ateis, Kristen liberal, [Muslim, Buddha, Hindu,] dan lain-lain. Selama dasawarsa terakhir, teologi feminin telah berdampak: buku-buku himne (nyanyian puji-pujian) bukanlah untuk jenis kelamin tertentu, setengah dari pendeta/imam tetap kami adalah wanita, dan muncul spiritualitas-berpusat-bumi yang diilhami oleh feminis.

Istilah Tauhid (Unitarian) menegaskan bahwa kita yakin akan adanya suatu kesatuan dari semua kehidupan, yang oleh UUA Principles and Purposes (Prinsip dan Tujuan Asosiasi UT) disebut “jaringan yang saling bergantung dari semua eksistensi yang darinya kita merupakan bagian”. Istilah Universalisme menunjukkan universalitas agama. Dalam UUA Principles and Purposes, kita tegaskan bahwa Anda dapat menjumpai hikmah/kebijaksanaan dalam semua agama di dunia.

Kapankah Unitariansme dan Universalisme bergabung menjadi satu?

Perbedaan antara dua gerakan tersebut lebih bersifat sosial-kultural daripada teologis. Gerakan Tauhid pada asalnya menarik orang-orang berkerah putih: profesional, pendidik, tokoh kultural, dan sebagainya. Jemaat-jemaat Universalis terdiri dari terutama kalangan pekerja berkerah biru, seperti petani dan nelayan.

Pada pertengahan abad ke-20, perbedaan antara kedua aliran tersebut sudah kabur, sehingga penggabungan antara keduanya menjadi mungkin dan perlu secara finansial demi keberlangsungan kedua aliran agama tersebut. Setelah beberapa tahun diskusi dan negosiasi pada tahun 1950-an, terbentuklah Asosiasi Universalis Tauhid (UUA: Unitarian Universalist Association) pada tahun 1961.

Bagaimana agama Universalisme Tauhid berbeda dengan agama-agama lain?

Agama UT tidak mensyaratkan pengakuan iman dan tidak mengharuskan pemeluknya untuk menganut doktrin apa pun. Dengan berlandaskan pada kebebasan iman individual, agama UT mendorong semua pemeluknya untuk mencari jalan spiritual dan religius mereka sendiri.

————
100 Soal-Jawab Mendasar perihal “Agama” (sistem kepercayaan) Universalisme Tauhid
© 1994-2000 by the Unitarian-Universalist Church of Nashua, New Hampshire
Indonesian Translation Copyright © 2010 by M Shodiq Mustika
All rights reserved

Diterbitkan oleh

Prof. Idiot

M Shodiq (Musa Mustika), a national bestseller writer, a former lecturer of a well-known university in Indonesia.

2 tanggapan untuk “Soal-Jawab 5: Sejarah Agama Universalisme Tauhid”

  1. Alangkah Damainya dunia ini, seandainya satu sama lain saling menerima dan mengharga. Tidang salah mengklaim bahwa ajaran agamanya yang lebih baik. Hidup penuh kebebasa, memang sangat tidak baik, karna orang akan cenderung A moral. Apalagi dengan arus globalisasi, dimana situs2 yg bisa saja membawa pengaruh buruk ke anak2 ataupun manusia , perlu adanya suatu pembatasan2. Nah, dengan dunia yg sudah dipenuhi oleh ajaran2 agama, tentu batasan2 tersebut sdh ada. Tinggal kita menelaah dan mengingatkan bahayanya. Tetapi hubungan anatara manusia, atau golongan agama, memang perlu kesadaran yang tinggi, bahwa hanya dengan saling menghormati, menghargai, berbuat kasih dunia akan damai.

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s