Soal-Jawab 4: Sikap Penganut Agama Universalisme Tauhid

Seorang wanita kecil setengah-baya meminta pramuniaga untuk memotongkan 36 meter kain sutera. Saat ditanya apa yang akan dilakukannya dengan kain sutera sepanjang 36 meter itu, ia menjawab, “Saya membuat baju tidur untuk saya sendiri.”

“Tapi tentunya Anda tidak memerlukan 36 meter kain. Anda bukan perempuan yang besar.”

“Ya, tetapi suami saya seorang penganut sekte Tauhid. Ia lebih suka terus-menerus mencari sesuatu daripada benar-benar mendapatkannya.”

Apa sikap Anda terhadap para wanita dan kaum minoritas?

Meskipun ada perbedaan pendapat apakah pria dan wanita telah mencapai kesetaraan sepenuhnya dalam agama UT ini, teologi feminin telah berpengaruh kuat dan positif terhadap komunitas-komunitas UT, terutama dalam dasawarsa terakhir.

Akan tetapi, belum banyak kaum minoritas rasial, kultural, dan etnik yang memeluk agama UT. Kami masih berusaha sekuat tenaga mengatasi keadaan untuk menjadikan umat UT ini lebih beragam.

Akankah Anda menggolongkan orang-orang UT sebagai optimistik ataukah pesimistik?

Biarpun terdapat kelemahan dan kekurangan pada semua manusia, orang-orang UT itu optimistik mengenai potensi semua orang.

Apakah Anda yakin bahwa Universalisme Tauhid merupakan satu-satunya agama yang benar?

Tidak. Kami yakin bahwa setiap agama mengandung kebenaran mengenai siapa kami, mengapa kami di sini, dan bagaimana seharusnya kita hidup dengan diri kita sendiri dan dengan orang lain.

Bagaimana Anda mensifati agama UT?

Kita bersikap optimis dan penuh-harap mengenai kehidupan. Selain itu, kami sangat yakin bahwa manusia memiliki potensi yang sangat besar untuk menghargai kebenaran dan kebaikan, membetulkan kekeliruan, menemukan solusi, dan menjadikan dunia ini lebih baik. Daripada merasa terbelenggu oleh kelemahan dan kekurangan manusia, kita cenderung lebih menekankan kekuatan manusia. Kita yakin bahwa orang-orang mempunyai kekuatan, daya, dan kecerdasan untuk mewujudkan hal-hal yang baik. Anda bisa menyebut bahwa UT adalah sebuah agama “can do” (mampu melakukan).

Bagaimana Anda menjelaskan terjadinya hal-hal yang buruk?

Orang-orang UT tidak mempunyai penjelasan berbasis-agama mengenai tragedi kehidupan, kengerian, atau pun patah-hati. Kehidupan bisa lenyap sia-sia, merosot, atau pun menurun dengan berliku-liku, tetapi sebagian besar orang UT tidak menghubungkannya dengan “kehendak Tuhan”. Alih-alih, kebanyakan orang UT sepakat bahwa kita hidup di alam semesta yang biasa saja (tidak sempurna).

Daripada mencoba menjelaskan tragedi yang tak bisa dipahami, kami lebih cenderung berusaha menolong orang-orang yang tertimpa tragedi dan mengerahkan segala kemampuan kita untuk memulihkan kembali harapan mereka.

Ke manakah Anda menoleh ketika membutuhkan dukungan?

Kebanyakan orang UT menoleh ke keluarga, sahabat, dan anggota jemaat (komunitas keagamaan) mereka yang akrab dan bisa dijadikan sandaran. Sebagian orang UT merasakan hubungan dengan suatu kekuatan yang lebih besar daripada mereka dan kepada-Nya lah mereka menoleh sewaktu membutuhkan dukungan. Mereka menyebut kekuatan ini dengan banyak sebutan. Salah satu diantaranya ialah sebutan: “Tuhan”.

Apakah ketakutan atau ancaman merupakan bagian dari agama UT?

Tidak, tentunya bukan dalam pengertian hukuman ilahi atas kesalahan manusia. Kami yakin bahwa orang-orang harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan menanggung risiko atas segala kerusakan yang mereka timbulkan terhadap orang lain. Namun kami tidak yakin bahwa Tuhan akan menghukum mereka.

Peran apa yang dimainkan oleh sains di dalam komunitas UT?

Kami menerima ajaran sains dan metode ilmiah. Orang-orang UT mempercayai prinsip ilmiah yang menyatakan bahwa selalu ada kebenaran baru yang akan ditemukan mengenai dunia, dan hal ini berlaku pula terhadap agama.

————
100 Soal-Jawab Mendasar perihal “Agama” (sistem kepercayaan) Universalisme Tauhid
© 1994-2000 by the Unitarian-Universalist Church of Nashua, New Hampshire
Indonesian Translation Copyright © 2010 by M Shodiq Mustika
All rights reserved

Diterbitkan oleh

Prof. Idiot

M Shodiq (Musa Mustika), a national bestseller writer, a former lecturer of a well-known university in Indonesia.

Satu tanggapan untuk “Soal-Jawab 4: Sikap Penganut Agama Universalisme Tauhid”

  1. hee, baguss Cece, kayaknyaa semuanya ada di semua hasil karyakuu, jadi ya memang itulahh, aku adalah kamu, dan kamu juga aku, jawabanya diamm dan damai selaluuu, salammmm, amin

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s