Soal-Jawab 2: Definisi Agama dan Perbedaannya

Apa sticker besar UT yang favorit?
“Bertanya adalah menjawab!”

Dalam pemikiran Anda, apa definisi “orang Kristen” menurut gereja-gereja pada umumnya?

Doktrin klasik Kristiani menerangkan bahwa orang Kristen ialah orang yang yakin:

* bahwa Tuhan, Allah, Sang Maha segalanya (atau apalah sebutannya) menampakkan [Diri] secara unik kepada manusia dalam pribadi Yesus Kristus;
* bahwa Yesus ialah Tuhan di Bumi, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia dari keadaan berdosa sejak mereka lahir (Dosa Asal) melalui kematiannya di tiang salib (Penebusan Dosa), dan kemudian menaklukkan kematian (Kebangkitan Kembali). Dalam menanggapi tindakan Tuhan ini, manusia harus berterima kasih kepada-Nya, [dengan] menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka dan mendedikasikan kehidupan mereka kepada Yesus dengan mengikuti ajaran dan teladannya;
* bahwa mukjizat dapat terjadi melalui tuhan adikodrati yang bisa mengubah mekanisme alam.

Bagi orang-orang Protestan, otoritas bagi agama mereka adalah Alkitab. Bagi orang-orang Katolik, otoritasnya adalah Gereja Katolik.

Kekristenan Liberal (yang darinya [sekte Kristen] Tauhid (Unitarian) dan [sekte Kristen] Universalis berkembang) mengesampingkan atau menolak ide Dosa Asal dan memandang Yesus sebagai seseorang yang diutus oleh Tuhan untuk menunjukkan kepada kita bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih baik. Orang-orang Kristen Liberal lebih memandang Tuhan sebagai suatu kekuatan untuk kebaikan daripada sebagai sesuatu yang supernatural. Mereka lebih fleksibel dalam penafsiran kitab Injil, membacanya dengan lebih memperhatikan konteks sejarahnya, dan lebih sering memberi makna simbolis daripada tafsiran harfiah terhadap banyak pasal.

Apakah orang-orang UT (Universalisme Tauhid) itu orang Kristen?

Jawaban atas pertanyaan ini bervariasi di kalangan orang-orang UT. Sekte Tauhid dan sekte Universalis pernah menjadi bagian dari Kristen Protestan Liberal, tetapi kemudian menjauh dari landasan Kristiani mereka dengan menganut prinsip kebebasan iman individual. Saat ini, meskipun sebagian “gereja” UT masih Kristen liberal, hanya sekitar 20 persen dari orang-orang UT yang menyebut diri mereka orang Kristen. Jadi, Universalisme Tauhid ini tidak bisa dianggap sebagai agama Kristen sepenuhnya.

Bagaimana orang-orang UT dapat dibedakan dari orang-orang Kristen [pada umumnya]?

Perbedaan utamanya adalah bahwa kita tidak menganggap Yesus sebagai pribadi Tuhan. Hampir semua orang UT (bahkan yang Kristen UT pun) menolak penafsiran secara harfiah terhadap keyakinan-keyakinan Kristiani yang diterima [begitu saja] seperti kelahiran Yesus dari seorang perawan, mukjizat-mukjizat Yesus, dan Kebangkitan Kembali. Sementara itu, walau orang-orang Kristen UT menerima tafsiran simbolis terhadap peristiwa-peristiwa tersebut, kebanyakan orang UT memandang Yesus sebagai guru moral-etika dan tidak lebih daripada itu.

Apakah UT (Universalisme Tauhid) memiliki kesamaan dengan humanisme?

Karena UT merupakan agama yang sangat berorientasi pada manusia, kebanyakan orang UT menganggap diri mereka humanis dalam pengertian tertentu. Namun, sebagaimana istilah Tuhan, makna humanisme itu bervariasi di kalangan orang-orang UT.

Pada dasarnya, humanisme bermakna bahwa kita manusia bertanggung jawab atas nasib baik atau nasib buruk kita dan bahwa kita tak dapat bersandar pada tuhan atau kekuatan di luar kita untuk menentukan nasib individu atau kolektif kita. Humanisme juga mengakui kekuatan akal dan spirit manusia.

Ada humanis sekuler dan humanis religius. Humanis sekuler tidak beriman kepada segara jenis tuhan; mereka jumpai sedikit saja nilai-nilai pada berbagai simbol, mitos, kisah, dan bahasa religius dari tradisi keagamaan yang mana pun.

Adapun humanis religius, seraya menganut definisi humanisme tadi, tidak sepenuhnya menyangkal gagasan tentang Tuhan. Biasanya mereka mendefinisikan Tuhan sebagai suatu kekuatan yang mendalam di dalam diri mereka masing-masing. Mereka pun menjumpai pesan-pesan atau tema-tema tertentu pada kisah-kisah keagamaan yang memberi mereka pemahaman dan panduan perihal bagaimana manusia menjalani kehidupan.

Di kalangan umat UT, terdapat humanis sekuler dan humanis religius. Tersedia ruang bagi keduanya di UT.

Apa perbedaan antara orang Tauhid (Unitarian) dan orang Universalis?

Dari sudut pandang lembaga UT, tidak ada perbedaan antara keduanya sejak 1960 ketika sekte Tauhid dan sekte Universalis bergabung menjadi satu.

Apa yang bisa dianggap sebagai semboyan Universalisme Tauhid?

Semula, semboyannya adalah “kemerdekaan, akal, dan toleransi”. Sekarang, walau semboyan tersebut masih digunakan, sudah ada tambahan tiga kata: “spirit, luwes, dan cinta”.

Apa karakteristik orang-orang UT?

Saat ini, ciri khas orang UT itu berpendidikan, dari kelas menengah, dan bekerja secara profesional. Namun hampir semua komunitas UT sedang berupaya untuk menarik anggota dari latar belakang yang lebih beragam. Kita ingin menjadi komunitas yang bebas dari diskriminasi ekonomik, keagamaan, ras, etnik, atau pun seksual.

Apakah Universalime Tauhid itu sungguh-sungguh merupakan agama?

Berkenaan dengan keimanan dan teologi, perlu diperhatikan bahwa Universalisme Tauhid lebih merupakan cara menjadi religius daripada doktrin religius. Bagi UT, agama adalah pencarian yang terus-menerus terhadap nilai-nilai, tujuan hidup, makna kehidupan, dan kedalaman spiritual kehidupan kita masing-masing. Kita yakin bahwa individu-individu berhak untuk melakukan sendiri pencarian mereka tersebut, dan bahwa tidak semua orang (dan bahkan tidak semua orang UT) akan memiliki keimanan yang sama.

UT adalah agama-tanpa-doktrin yang mengakui kebebasan iman individual. Oleh karena itu, pasti ada jawaban atas pertanyaan apakah orang-orang UT beriman kepada Tuhan, Yesus, Alkitab, atau pun kehidupan pascakematian. Meskipun keyakinan orang-orang UT itu berlainan mengenal hal-hal itu dan hal-hal lainnya, semua orang UT percaya bahwa masing-masing memiliki integritas dan kemampuan untuk menganut keimanan/agama masing-masing dengan cara yang tepat bagi orang tersebut.

Apa sikap Anda terhadap keimanan agama lain seperti Hindu, Buddha, dan Islam?

Kita yakin bahwa terdapat hikmah/kebijaksanaan di dalam semua atau hampir semua agama di dunia. Kita merasa bahwa agama-agama itu bisa bernilai. Agama-agama itu dapat memberi tahu kita mengenai diri kita. Dari agama-agama itu jugalah para pemeluknya bisa menjumpai makna dan tujuan [hidup] yang religius.

Apakah Anda yakin akan adanya agama yang universal?

Kita meyakini universalitas agama sehubungan dengan penegasan kita bahwa semua manusia mengajukan pertanyaan [mendasar] seperti “Mengapa aku di sini? Apa makna dan tujuan hidupku? Mengapa aku pasti akan mati?” Dengan mengingat bahwa semua agama berupaya menyediakan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan semacam itu, kita berpikiran bahwa ada banyak hikmah/kebijaksanaan pada banyak jawaban mereka.

Hanya sedikit orang UT yang berpendapat bahwa ada (atau akan ada) satu saja agama universal yang tepat bagi setiap orang.

————
100 Soal-Jawab Mendasar perihal “Agama” (sistem kepercayaan) Universalisme Tauhid
© 1994-2000 by the Unitarian-Universalist Church of Nashua, New Hampshire
Indonesian Translation Copyright © 2010 by M Shodiq Mustika
All rights reserved

Diterbitkan oleh

Prof. Idiot

M Shodiq (Musa Mustika), a national bestseller writer, a former lecturer of a well-known university in Indonesia.

Satu tanggapan untuk “Soal-Jawab 2: Definisi Agama dan Perbedaannya”

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s