Soal-Jawab 1: Keimanan, Peryataan Iman, dan Doktrin

Kembalilah ke bangku doamu,
Dan simaklah pandangan baru kita:
Engkau lahir tanpa dosa
Maka angkatlah dagumu,
Kau hanya akan kehilangan doktrin.

Leonard Mason, Pemuka Agama UT

Apa yang diimani oleh orang Universalis Tauhid (UT)?

* Setiap individu hendaklah didorong untuk mengembangkan falsafah hidupnya masing-masing.
* Setiap orang mampu menggunakan akalnya.
* Tanpa organisasi, petugas, atau pun orang lain, kita masih mampu untuk mengetahui apa yang perlu kita imani.
* Kita mestinya bisa mengemukakan pendapat keagamaan secara terbuka tanpa takut akan sensor atau pun pembalasan dendam.
* Semua orang harus toleran terhadap pandangan keagamaan orang lain.
* Kebenaran tidaklah tetap, tetapi berkembang seiring dengan waktu.
* Setiap orang mestinya terus-menerus mencari kebenaran.
* Setiap orang memiliki hak yang setara terhadap kehidupan, kemerdekaan, dan keadilan.
* Rakyat seharusnya berkuasa atas diri mereka melalui proses demokrasi.
* Pandangan-pandangan mestinya terbuka untuk dikritik.
* Perbuatan yang bagus merupakan hasil alamiah dari iman yang bagus.

Nilai-nilai yang manakah yang Anda tempatkan paling tinggi?

Nilai-nilai yang kita anggap tertinggi ialah integritas, kepedulian, belas kasih, keadilan sosial, kebenaran, kedamaian diri, dan keselarasan. Menjunjung tinggi nilai-nilai ini merupakan tujuan utama jemaat kita.

Apakah Asosiasi Universalis Tauhid (UUA: Unitarian Universalist Association) memiliki “pernyataan iman” (syahadat)?

Tidak. Walaupun Anggaran Rumah Tangga (ART) asosiasi ini berisi pasal tentang tujuan dan prinsip, itu bukanlah pernyataan iman.

Apakah Anda menganut doktrin-doktrin tertentu?

Kami tidak memiliki doktrin tertentu untuk dianut oleh para pemeluk agama UT. Kendati demikian, Anggaran Rumah Tangga UUA dan anggota jemaat dan komunitas UT mengandung Pernyataan Tujuan dan Prinsip. (Lihat Soal-Jawab 6.) Itulah landasan kesepakatan khidmat bahwa anggota-anggota UUA akan menyokong UUA dan bahwa UUA akan menyokong anggota-anggotanya.

Apa yang TIDAK Anda imani?

Kita tidak percaya bahwa segala ajaran atau doktrin agama harus diterima kebenarannya begitu saja hanya karena ada tradisi, lembaga keagamaan, atau pun otoritas agama yang mengatakannya. Kami juga tidak percaya bahwa semua orang UT harus mempunyai keimanan yang sama persis.

Benarkah sebagian orang UT memiliki keimanan yang berbeda dengan orang-orang UT lainnya?

Ya, memang benar. Karena kebebasan iman individual merupakan salah satu prinsip dasar kita, wajarlah bahwa ada berbagai keimanan/agama di kalangan kita. Di komunitas-komunitas UT saat ini, terdapat orang humanis, agnostik, ateis, teis, Kristen liberal, neo-Paganis, spiritualis-bumi, dan lain-lain. Keimanan-keimanan ini tidaklah eksklusif satu sama lain–mungkin saja kita menganut keimanan/agama lebih dari satu. Walaupun kita terikat oleh seperangkat prinsip yang sama, kita membiarkan individu masing-masing untuk memilih keimanan/agama apa pun yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut.

Apakah Anda beriman kepada Tuhan?

Kita tidak menetapkan doktrin ketuhanan. Orang-orang UT boleh menyusun konsep ketuhanan yang bermakna bagi mereka masing-masing. Selain itu, mereka pun boleh menolak istilah “Tuhan”.

Kebanyakan orang UT tidak beriman kepada sesuatu yang supernatural, sesuatu yang campur-tangan secara langsung dalam kehidupan manusia atau yang mengubah mekanisme alam. Namun, ada banyak orang UT yang beriman kepada suatu spirit kehidupan atau suatu kekuatan di dalam diri mereka. Oleh sebagian di antara mereka, spirit semacam itu disebut Tuhan.

Apakah Anda beriman kepada Tuhan pribadi (personal)?

Tuhan pribadi ialah sesuatu yang dengan-Nya seseorang merasakan hubungan satu-dengan-satu, suatu Tuhan yang menaruh perhatian secara khusus bagi individu tersebut dan yang dengan-Nya orang tersebut dapat bermohon secara langsung. Sebagian kecil orang UT mensifati Tuhan dengan hubungan pribadi semacam itu.

Di manakah Tuhan berperan dalam “Gereja” (tempat peribadatan atau kebaktian) UT?

Dalam sebagian besar kebaktian “gereja” UT, Tuhan jarang disebut-sebut. Kebaktian UT ditekankan pada masalah pengembangan diri, potensi manusia, dan masalah-masalah pribadi yang kita hadapi sehari-hari. Di samping itu, ditekankan pula persoalan etika, moral, dan sosial yang kita hadapi. Meskipun pembahasannya disampaikan dengan sudut pandang pembicara (“khatib”) atau “pendeta”, kita tidak menganggap bahwa para hadirin menganut keimanan yang sama persis perihal Tuhan.

Tuhan itu dimaknai secara berlainan oleh orang-orang UT. Bagi sebagian orang UT, istilah “Tuhan” itu kurang bermakna. Namun apa pun maknanya, kita menawarkan suatu perkumpulan sedemikian rupa, sehingga setiap orang di dalamnya dapat menemukan sesuatu yang memberi dia makna, arah, dan tujuan hidup.

Apakah Anda yakin akan adanya hal-hal yang spiritual?

Ya, terutama bukan dalam pengertian sesuatu yang terpisah dari tubuh. Sebagian besar orang UT sepakat bahwa ada dimensi spiritual dalam kehidupan kita yang terkait dengan segi jasmani, rohani, perasaan, dan aspek psikologis kehidupan kita.

Apakah Anda beriman kepada mukjizat?

Kita tidak beriman kepada mukjizat karena pandangan kita mengenai Tuhan biasanya tidak mencakup sesuatu yang mampu mengubah mekanisme alam. Kebanyakan orang UT merasa bahwa berkah kehidupan itu sendiri sudah merupakan mukjizat yang memadai, dan bahwa kita dapat menjalani hidup dengan seutuhnya, bahagia, dan bertanggung jawab semampu kita.

Apakah Anda beriman kepada Yesus (Isa)?

Kami tidak percaya bahwa Yesus Kristus lahir dari seorang perawan, melakukan mukjizat-mukjizat, dan dibangkitkan kembali dari kematian. Namun, kita memuji dan menghargai jalan hidup beliau, daya cinta beliau, kekuatan teladan beliau, dan sistem nilai beliau.

Kebanyakan orang UT menganggap Yesus sebagai satu dari beberapa guru etika dan moral yang penting, yang telah menunjukkan kepada manusia bagaimana menjalani hidup dengan cinta, pengabdian, dan belas kasih. Kendati sebagian dari kita mempertanyakan apakah Yesus itu tokoh yang benar-benar ada dalam sejarah, kita yakin bahwa ajaran beliau merupakan nilai moral yang signifikan.

Bagaimana Anda memperlakukan Alkitab?

Kita menganggap Alkitab sebagai satu dari banyak teks religius penting. Namun, kita tidak berpandangan bahwa Alkitab itu unik atau eksklusif. Kita tidak menafsirkannya secara harfiah. Kita berpikiran bahwa sebagian darinya lebih benar dan lebih relevan daripada sebagian lainnya. Meskipun orang-orang UT menghargai Alkitab dan menganggap bahwa sebagian isinya merupakan bacaan yang hebat, Alkitab itu bukanlah dokumen yang sentral dalam agama UT.

Apakah Anda beriman kepada kehidupan-pascakematian?

Sedikit sekali orang UT yang mempercayai eksistensi individu yang berlanjut selepas kematian fisik. Bahkan lebih sedikit lagi orang UT yang yakin akan adanya wujud fisik surga atau neraka selepas kematian. Namun, kita yakin bahwa “ketidakmatian” kita akan otomatis terwujud dalam kehidupan mereka yang kita pengaruhi selama masa hidup kita dan dalam warisan yang kita tinggalkan ketika kita meninggal dunia.

Apakah Anda mempercayai konsep evolusi?

Ya. Kita yakin bahwa bentuk-bentuk kehidupan yang rumit telah berkembang dari bentuk-bentuk kehidupan yang lebih sederhana.

Ikatan apakah yang menyatukan orang-orang UT?

Kendati tidak ada doktrin lisan atau pun tertulis yang dirancang untuk maksud tersebut, kita memiliki ikatan tersurat dan tersirat yang menyatukan kita. Ikatan tersuratnya ialah Prinsip-prinsip dan Tujuan-tujuan UUA yang kita dukung secara individual dan kolektif.

Adapun ikatan-ikatan tersiratnya, antara lain ialah rasa saling menghargai antara kita dan penghargaan kita terhadap berbagai jalan religius, filosofis, dan spiritual yang didalami oleh orang-orang UT. Kita terikat erat oleh rasa saling peduli akan kesejahteraan satu sama lain, dan oleh kemauan untuk saling bantu pada saat dibutuhkan.

————
100 Soal-Jawab Mendasar perihal “Agama” (sistem kepercayaan) Universalisme Tauhid
© 1994-2000 by the Unitarian-Universalist Church of Nashua, New Hampshire
Indonesian Translation Copyright © 2010 by M Shodiq Mustika
All rights reserved

Diterbitkan oleh

Prof. Idiot

M Shodiq (Musa Mustika), a national bestseller writer, a former lecturer of a well-known university in Indonesia.

7 tanggapan untuk “Soal-Jawab 1: Keimanan, Peryataan Iman, dan Doktrin”

  1. hmmm..hehe…sepertinya produk agama yang ‘baru’ saya denger ini adalah termasuk klasifikasi agama manusia ya, agama budaya, bukan agama wahyu…
    wah kalau demikian menurut saya, sudah ga masuk definisi agama, lebih pas disebut filsafat…
    kalau saya menilai paham anda ini agak mirip dengan pluralisme, humanisme dan liberalisme…

    1. Ya, saya pun cenderung menganggap bahwa UT merupakan sebuah aliran filosofis (yang bukan hanya teoretis, melainkan juga praktis). Namun, saya pun menghargai mereka yang berpendapat bahwa UT merupakan sebuah agama baru.
      Terima kasih.

  2. Setelah nyimak pelan-pelan, terasa kurang Universal, kenya ada hal/bagian penting yang terlewatkan. Masih terasa garing. Mungkin penyimak lain bisa lebih menyingkapnya, apa yang menjadi penyebab terasa garing?

Silakan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s