Muslim baik adalah manusia buruk; benarkah?

Berikut ini kutipan diskusi di Facebook kemarin antara dua orang: SA dan MM. Intinya, SA menuduh bahwa Islam itu salah dan buruk, tetapi MM menunjukkan bahwa tuduhan tersebut hanya berdasarkan asumsi dan persepsi, bukan berdasarkan fakta yang sebenarnya. Kami mengutipnya secara utuh tanpa sensor.

Baca lebih lanjut

Titik Temu antara Islam dan Universalisme Tauhid

Dalam Islam, kaum muslimin telah mencari Tuhan secara historis. Kitab suci mereka, Al-Qur’an, memberi mereka suatu misi historis. Tugas utama mereka adalah menciptakan masyarakat yang adil yang secara mutlak menghargai semua warga, termasuk yang lemah dan rentan. … Pengalaman membangun masyarakat semacam itu dan pengalaman hidup di lingkungan seperti itu akan memberi mereka [rasa] kedekatan ilahi. … Setiap muslim harus bersifat historis. Maksudnya, urusan negara tidaklah jauh dari spiritualitas, tetapi [bahkan merupakan] salah satu bagian dari agama itu sendiri. Bagi mereka, kesejahteraan umat Islam merupakan urusan terpenting secara politik.

Baca lebih lanjut

Manakah agama damai & agama kekerasan?

Untuk apa kita bicarakan agama damai & agama kekerasan?

oleh Jeff Wilson

Ellawala Medhananda yang terhormat, seorang pendeta Buddha Srilanka terkenal, berkata dengan terus terang. Saat berbicara dengan Reuters pada Februari [2006], ia nyatakan: “Kalau Prabhakaran tewas, Sri Lanka menjadi tempat yang lebih baik. Ia menghambat proses perdamaian. Kita seharusnya mencampakkan pengaruhnya dari masyarakat.”

Medhananda, pemimpin partai politik Buddhis nasionalis, menyerukan pembunuhan terhadap Velupillai Prabhakaran, seorang pemicu utama konflik etnik dan keagamaan yang telah menewaskan lebih dari 60.000 orang di Sri Lanka. Menurut sejumlah orang, Prabhakaran ialah seorang teroris Hindu yang mengancam demokrasi Sri Lanka; namun menurut sejumlah orang lainnya, dia seorang pejuang kemerdekaan yang berupaya mencapai keadilan untuk kaum minoritas Tamil yang tertindas. Sementara itu, dengan adanya [ancaman] pembunuhan dari kalangan muslim [terhadap orang-orang yang harus bertanggung jawab atas] kartun [yang dipandang melecehkan Nabi Muhammad], sekarang mungkin saat yang tepat untuk merenungkan “debat kusir” seputar kekerasan dan agama di dunia modern.
Baca lebih lanjut

Kisah Nyata: Mengapa Hafidha Acuay Murtad dari Islam

Dari Islam ke Universalisme Tauhid

oleh Hafidha Acuay

Sebagaimana hampir semua wanita yang menceritakan kisah mereka di [buku] Living Islam Out Loud: American Muslim Women Speak, saya belum secara sungguh-sungguh mempersoalkan agama yang diajarkan kepada saya sampai masa remaja-akhir saya. Dulu, saya seorang Islam yang taat. Pengalaman saya mirip dengan Samina Ali, yang menulis: “Saya dan teman-teman wanita saya berbincang-bincang dengan serius mengenai betapa beruntungnya kami terlahir dalam agama kami, karena semua orang di luar sana terlahir ‘buta’ dan lantaran pilihan mereka sendiri akan mati dalam keadaan ‘buta’.”

Masa kanak-kanak saya indah. Sedangkan masa remaja saya, walau terkadang merasa kesepian dan depresi, penuh dengan impian. Namun di masa dewasa-awal, ketika saya menjadi terbuka terhadap semakin banyak orang Islam dan terhadap munculnya aliran Islam yang keras yang dikenal sebagai Wahhabisme di Amerika Serikat, hati saya mulai tertusuk dan semakin tertusuk.
Baca lebih lanjut