Dari Islam ke Universalisme Tauhid
oleh Hafidha Acuay
Sebagaimana hampir semua wanita yang menceritakan kisah mereka di [buku] Living Islam Out Loud: American Muslim Women Speak, saya belum secara sungguh-sungguh mempersoalkan agama yang diajarkan kepada saya sampai masa remaja-akhir saya. Dulu, saya seorang Islam yang taat. Pengalaman saya mirip dengan Samina Ali, yang menulis: “Saya dan teman-teman wanita saya berbincang-bincang dengan serius mengenai betapa beruntungnya kami terlahir dalam agama kami, karena semua orang di luar sana terlahir ‘buta’ dan lantaran pilihan mereka sendiri akan mati dalam keadaan ‘buta’.”
Masa kanak-kanak saya indah. Sedangkan masa remaja saya, walau terkadang merasa kesepian dan depresi, penuh dengan impian. Namun di masa dewasa-awal, ketika saya menjadi terbuka terhadap semakin banyak orang Islam dan terhadap munculnya aliran Islam yang keras yang dikenal sebagai Wahhabisme di Amerika Serikat, hati saya mulai tertusuk dan semakin tertusuk.
Di hampir sepanjang hidup, saya mencintai Allah dan bertaqwa kepada-Nya sebagaimana berulangkali diperintahkan oleh Al-Qur’an. Saya berbicara langsung kepadanya dan yakin bahwa Dia Mahatahu.
Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga muslim yang beribadah. Kedua orangtua saya berpandangan moderat. Dengan dibesarkan di masyarakat Amerika, mereka sadar akan kenyataan hidup di tengah-tengah kaum non-muslim. Ayah saya mendalami hukum Islam, tetapi beliau tidak hendak menciptakan kembali Arabia abad-ketujuh. Ada banyak diantara teman-teman muslim kami yang penasaran mengapa kami mencoba menganut vegetarianisme dan menghabiskan banyak waktu dengan teman-teman nonmuslim. Ketika saya dan ibu saya menutupi kepala kami dengan kerudung dan memakai baju yang longgar di depan umum, ayah dan saudara-saudara lelaki saya biasanya mengenakan kopiah untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai muslim juga. Ayah saya memakai jenggot untuk menutupi wajah beliau, tetapi meminta ibu saya untuk tidak lagi mengenakan cadar (penutup wajah) sejak pernikahan mereka lantaran mengundang banyak perhatian yang negatif. Kami menonton televisi, mendengarkan musik, dan memanfaatkan foto.
Kami juga beribadah secara teratur, dengan berpuasa sepenuhnya, bershalat sekhusyuk-khusyuknya, dan berzakat. Dari kedua orangtua, saya mendengar mengenai orang-orang muslim “gila” yang melakukan kekerasan di jalanan karena mereka telah memasuki Islam dengan segala kekasaran dan kebodohan pra-Islam mereka; orang-orang muslim penindas yang memandang istri dan putri mereka sebagai hak milik mereka; orang-orang muslim kaya yang memandang rendah kaum mualaf Amerika dan yakin bahwa semakin putih kulit seseorang, semakin baiklah orang itu. Saya telah mendengar semua itu, tetapi jarang menyaksikannya dengan mata saya sendiri. Ketika semasa dewasa-awal, saya mulai berhubungan dengan sebagian dari orang-orang semacam itu, sedangkan kedua orangtua saya mengingatkan saya untuk berhati-hati.
Pelarangan muslim terhadap musik, gambar makhluk hidup, dan gerakan pembebasan perempuan menyebabkan saya sedih. Walau kedua orangtua saya mendorong saya untuk bepergian ke segala penjuru sewaktu saya masih lajang dan belum beranak, orang-orang muslim lainnya memberi tahu saya bahwa seorang wanita seharusnya tidak pernah bepergian tanpa dijaga oleh pria [muhrimnya]. Mereka memuji pemakaian jilbab saya, tetapi mempersoalkan mengapa saya tinggal sendirian di apartemen saya sendiri. Bahkah setelah saya jelaskan bahwa saya tinggal sendirian itu supaya lebih dekat dengan komunitas muslim, mereka masih bla bla bla kepada saya. Saya dihargai lantaran menjadi muslimah yang sopan dan santun, tetapi saya saksikan bahwa wanita-wanita di komunitas saya disingkirkan lantaran mempertanyakan atau mengkritik pandangan seorang pria pemimpin [kami]. Lagi dan lagi, saya mulai melihat bahwa kepemimpinan muslim saya kurang peduli perihal merangkul [saudara sesama] muslim. Ia lebih cenderung memperkokoh kekuasaannya dan menyingkirkan orang lain yang dianggap mengancam kekuasaannya.
Sampai waktu yang lama, keluar dari Islam bukanlah opsi bagi saya. Sepengetahuan saya selama itu, tidak ada orang keluar dari Islam yang tidak dizalimi. Walau benar bahwa banyak orang tidak lagi beribadah, semua muslim kenalan saya bersikeras bahwa tidak ada yang benar-benar keluar dari agama ini kecuali jika mereka ditipu atau dipaksa oleh para misionaris. Segala hal yang saya baca mengenai pemurtadan merupakan kebenaran yang tak bisa disangkal saat itu.
Menjadi muslim di masyarakat tampaknya berbeda dengan menjadi muslim di keluarga saya, dan saya tidak tahu apakah komunitas saya ini benar-benar pas untuk saya. Saya tidak merasa bebas untuk berbicara menentang kebusukan-kebusukan di komunitas saya. Saya bahkan merasa takut meluruskan prasangka dan fitnah yang saya saksikan di kalangan pemimpin—meskipun semua orang tahu bahwa itu merupakan salah satu dosa besar dalam Islam, yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai “memakan bangkai saudaranya” (49: 12). Mengapa saya begitu takut? Secara bertahap, saya menjadi sadar akan adanya jurang pemisah antara menjadi muslim yang baik dan menjadi dianggap baik oleh orang-orang muslim.
Living Islam Out Loud mencakup limabelas esai dan sejumlah puisi yang merambah apa yang dimaksud dengan menjadi wanita yang dibesarkan sebagai muslimah dan sebagai orang Amerika. Beberapa esai itu hebat dalam melaporkan keamanan dan kenyamanan pengasuhan muslim dan peralihan kasar menuju masyarakat muslim dewasa yang jauh dari sempurna.
Bagi wanita-wanita yang diajar untuk percaya bahwa pernikahan yang baik merupakan prestasi terbesar mereka, tidaklah mengherankan bahwa retaknya hubungan mereka dengan suami mereka membuat mereka mempertanyakan makna kehidupan mereka. Para wanita ini mengungkapkan kekecewaan dan merasa dikhianati oleh Tuhan dan komunitas mereka, tetapi lambat-laun mereka memperbarui karakter mereka. Mereka mulai menyadari bahwa menjadi muslim yang baik bukanlah jaminan akan bahagia. Dalam upaya pembaruan diri itu, mereka harus membuka kembali hubungan mereka yang langsung dengan Tuhan dan saling bekerja sama, sehingga merintis jalur alternatif menuju impian muslim Amerika.
Sebagaimana wanita-wanita dalam Living Islam Out Loud, saya bangkit untuk mengatasi noda-noda yang mencemari keindahan Islam yang telah diajarkan oleh kedua orangtua saya. Impian saya adalah menjadi muslim sampai nafas terakhir, tetapi impian ini berangsur-angsur lenyap. Dari waktu ke waktu, saya menjumpai orang-orang muslim yang menakjubkan, yang memeluk iman mereka dengan benar, tetapi hampir semua diantara mereka menjauh dari “komunitas” muslim. Kalau begitu, apakah saya harus membesarkan anak-anak saya kelak dengan menjauh dari orang-orang Islam supaya iman mereka terpelihara? Ada sesuatu yang sungguh keliru dengan gambaran itu.
Tidak seperti wanita-wanita dalam Living Islam Out Loud, saya kehilangan iman saya. Perilaku orang-orang Islam yang berlebihan dan kontradiktif yang saya ketahui itu tidak dengan sendirinya menyebabkan saya keluar dari Islam. Namun, perilaku tersebut membuat saya mempertanyakan eksklusifitas Islam dalam mempengaruhi orang-orang secara transformatif. Saya telah membaca Tao Te Ching selama beberapa tahun dan mulai membawa buku tersebut di dompet saya, berdampingan dengan Al-Qur’an berukuran-saku saya. Buku tersebut menjadi pelipur lara saya juga. Saya sudah tahu bahwa orang-orang non-muslim bisa juga memiliki hikmah atau kearifan, tetapi yang paling membuat saya terpukul adalah temuan bahwa Al-Qur’an itu baru dihimpun menjadi satu pada beberapa tahun selepas wafatnya Rasul. Saya belajar bagaimana tradisi Rasul dihimpun–dan kini ada lebih banyak keraguan mengenai kesempurnaannya.
Karena saya kehilangan iman, saya memilih untuk tidak lagi tinggal di dalam Islam berjuang melawan Status Quo. Hal-hal yang saya inginkan untuk saya sendiri—yang saya mohonkan dari Tuhan sejak masa kanak-kanak saya—merupakan hal-hal yang tidak berkaitan dengan keadaan menjadi muslim pada khususnya. Akhirnya, saya melompat ke Universalisme Tauhid seraya mencari suatu filsafat yang memungkinkan saya untuk mengenali dan menghidupkan nilai-nilai terdalam saya.
—
Yang paling saya ingat dari masa kanak-kanak saya adalah suara-suara di penghujung hari. Ibu-ibu memanggil anak-anak mereka yang sedang bermain, lalu saya berlambat-lambat di trotoar seraya melambaikan tangan pertanda berpamitan. Orangtua saya berseru, “Saatnya shalat!” Saat melintasi halaman, saya dapat mendengar suara air mengucur di bak, tutup periuk bergemerincing, dan ayah saya melantunkan azan shalat Maghrib.
Ruang shalat merupakan ruang terbesar di rumah kami. Lantainya merupakan kayu keras yang licin, tetapi saya, saudara saya, dan ibu saya berdiri untuk shalat di atas sehampar permadani Oriental di tengah. Ayah saya menjadi imam di depan kami, di atas selembar sajadah. Di sebelah kiri saya adalah dinding dengan buku-buku islami. Tanaman-tanaman ibu saya memenuhi sudut-sudut ruang. Kami menghadap ke timur; di musim panas, yang bisa saya lihat melalui jendela lebar hanyalah dedaunan pohon-pohon di halaman-belakang kami.
Ruang shalat tersebut selalu terjaga bersih dan wangi dengan dupa. Di situlah tempat shalat harian, pembacaan dan percakapan mengenai agama, dan doa. Duduk di atas permadani bersama-sama dan berbincang-bincang sebagai sebuah keluarga itu bagus. Saya sangat menyukai bunyi gemerisik dedaunan di luar sana dan hembusan angin sepoi-sepoi yang masuk melalui jendela.
Sewaktu masih sebagai anak kecil, saya yakin sepenuhnya bahwa Islam merupakan sirat al-mustaqim, jalan lurus menuju keberhasilan dalam kehidupan ini dan kehidupan mendatang. Saya berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan senang menyimak cerita tentang para nabi, sahabat mereka, dan Hari Akhir. Keimanan saya kepada Allah semasa remaja saya masih kukuh, tetapi pada masa itulah pandangan-pandangan non-Islami mulai tertanam di dalam diri saya. Walau novel-novel karya Louisa May Alcott kesukaan saya (tokoh-tokoh utamanya ialah orang Kristen yang bijaksana, patuh kepada orangtua) tidak terlalu bertentangan dengan ajaran agama saya, acara televisi favorit saya ialah Star Trek: The Next Generation.
Saya dididik untuk percaya bahwa masa terbaik adalah zaman Muhammad yang kemudian memburuk dan terus memburuk hingga tiba Hari Kiamat. Ayah saya berbicara tentang akan datangnya [masa] kelaparan, wabah penyakit, gempa bumi, dan kebejatan di jalanan: Akan ada perang besar, lalu seorang imam agung muncul, kemudian Yesus kembali untuk menuntaskan kehidupannya di bumi dan mengalahkan Antikristus (ya, begitulah keyakinan seorang muslim), dan tercapailah kedamaian. Lalu sangkakala dibunyikan, dan Allah mengakhiri dunia ini. Kemudian semua jiwa dipanggil untuk menjalani pengadilan.
Walau itu semua sangat mengesankan, tidak tersedia banyak ruang bagi prospek perjalanan luar angkasa yang progresif, yang ditawarkan di film The Next Generation. Acara ini mengilhamkan suatu hasrat akan masa depan yang di dalamnya segala hal bisa terjadi, termasuk yang kini belum diketahui. Dengan berwatak optimistik, saya tidak tahu bagaimana menanggapi skenario kiamat dalam hadits Muhammad. Jika harus memilih antara [1] planet yang luluh-lantak akibat perang dan dirundung kekacauan dan [2] kehidupan sebagai direktur perusahaan besar [dalam dunia yang normal], tentu saja saya takkan kesulitan untuk memilih. Namun, tidakkah ini melecehkan Tuhan? Sebagai seorang remaja belia, saya tidak tahu bagaimana mengkompromikan harapan saya (bahwa manusia bisa belajar dari kesalahannya) dengan kebenaran yang dikatakan kepada saya: Umat manusia ditakdirkan mengalami kemunduran tanpa intervensi langsung dari Allah.
—
Kadang-kadang saya merasa penasaran apakah saya meninggalkan Islam hanya karena saya kekurangan imajinasi. Mungkin memang begitu, tetapi saya juga tahu saat itu bahwa saya tidak ingin menghabiskan sisa umur saya dengan berdebat—untuk membela diri saya sendiri menghadapi kaum muslim konservatif dan membela Islam menghadapi nonmuslim.
Islam kelihatannya meletakkan saya ke dalam sebuah kota, dengan label-label yang berlainan di setiap sisi bagi mereka yang memandang saya dari sudut-sudut pandang yang berlainan. Apakah Universalisme Tauhid meletakkan saya ke dalam sebuah kotak juga? Islam yang saya alami tidak selalu menghargai saya selaku seorang anak gadis Amerika berkulit hitam yang mualaf: Saya dipandang dengan sebelah mata oleh semua orang Islam yang merasa pasti lebih baik daripada saya lantaran mereka berasal dari suatu masyarakat muslim yang berbicara dalam bahasa Arab, atau lantaran tidak berkulit hitam.
[Saya pun bertanya-tanya:] Mengapa semua rasul itu laki-laki? Mengapa saya harus meminta izin kepada pria-pria yang diberi wewenang? Mengapa kedua orangtua saya yang merupakan buruh kurang dihargai oleh keluarga teman-teman saya yang “berkerah-putih”?
Kini saya harus bertanya kepada diri sendiri: Apakah Universalisme Tauhid (UT) menghargai saya? Dapatkah agama ini menghargai saya, seorang Latin berkulit hitam yang tidak banyak percaya kepada Tuhan? Di manakah pahlawan-pahlawan [penolong] saya? Di manakah tradisi UT yang melestarikan kebudayaan saya, leluhur saya?
Akan tetapi, sekarang saya tidak lagi berharap untuk menjadi “normal”. Menjadi pemeluk agama UT tidak memecahkan masalah-masalah saya, tetapi memungkinkan saya untuk menjalani hidup dengan harapan. Universalisme Tauhid adalah agama yang dapat berubah. Masa lalunya bukanlah pencetak masa depannya. Ajarannya dapat berkembang. Bila saya merasa ganjil dalam komunitas [UT] yang saya ikuti, saya dapat berbicara dengan terus terang. Kemungkinan-kemungkinan selalu terbuka; masa depan terbuka bagi kita. Itulah keimanan yang dapat saya peluk.
————
Diterjemahkan oleh M Shodiq Mustika dari Hafidha Acuay, “From Islam to Unitarian Universalism” dalam UU World, Summer 2006.
[...] Alasan Murtad Yang Masuk Akal 1 Agustus 2010 Tinggalkan komentar Go to comments Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku menyimak beberapa ratus kesaksian (dalam bahasa Inggris dan Indonesia) dari sejumlah orang murtad mengenai mengapa mereka keluar dari agama Islam. Dalam pengamatanku, kebanyakan dari kesaksian mereka bersifat “emosional”. Hal ini aku rasakan dari betapa menggebu-gebunya mereka menjelek-jelekkan Islam dalam kesaksian mereka. Sedikit sekali diantara mereka yang alasan murtadnya masuk akal menurut pikiran polosku. Di antara yang sedikit ini adalah kesaksian Hafidha Acuay via Agama Universal: [...]
[...] Agustus 2010 by M Shodiq Mustika Setelah membaca kesaksiannya selengkapnya, aku memaklumi alasan mengapa Hafidha Acuay murtad keluar dari Islam. Alasan murtadnya itu masuk akal menurut pikiran polosku; aku pun berpikiran bahwa dia tergolong [...]
saya cuman mau menanggapi sedikit terhadap apa yang telah di ungkapkan oleh Hafidha Acuay.
“saya yakin jikalau kita berpegang kepada Islam dengan sekuat2nya maka kita telah mengambil jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan jika saya memahami mengapa teman2 kita sampai seperti itu seperti melarang wanita keluar tanpa disertai mahram dan lain sebagainya, kita juga melihat dari segi mashlahatnya juga serta seberapa jauh mudharat yang akan membahayakan seorang wanita jika bepergian tidak ditemani oleh mahramnya, dan saya memahami pula jika kondisi pergaulan di Amerika seperti sekarang ini sangatlah membahayakan oleh karena itu diperlukanlah mahram untuk menjaganya ketika ia dalam perjalanan, jika diperjalalan bisa dijamin keselamatan perempuan maka tidaklah mengapa perempuan sendiri dalam bepergian,,, permasalahannya adalah apakah dapat dijamin keselamatan wanita sendirian yang bepergian jauh dari tangan orang2 yang berbuat jahat, apakah dijamin keamanan terhadap wanita yang bepergian tadi??? tentu tidak . . .
dan lain sebagainya yang saya tidak bisa mengungkapkannya satu persatu….
jadi kita jangan melihat dari satu alasan saja akan tetapi kiita juga mempertimbangkan sisi baik buruknya perbuatan yang akan dilakukan.
dan terakhir, sebuah nasihet saya untuk hafidza adalah : coba saudari renungkan kembali bahwa Islam itu benar dan pamahaman orang2 terhadap Islam berbeda2. coba lagi saudari telaah dan perdalam Islam dengan sebenar2nya dan seyakin-yakinnya, dan saya yakin oarang yang bersungguh2 dalam memeluk Islam serta mempelajari, memahammi dan mengamalkannya maka dari sanalah seseorang akan menemukan kebenaran ISLAM dan indahnya ISLAM . ISLAM hanya satu yaitu apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melalui perantara malaikat Jibril.
YA ALLAH IHDINA ASSHIRATHA ALMUSTAQIIM, SHIRATHA ALLADZIINA AN”AMTA “ALAIHIM GHAIRI ALMAGHDHUUBI “ALAIHIM WA LA DHAALLIIN. Allahumma Amiin.
Bismillah. sediktit memperjelas dari kata2 “coba saudari renungkan kembali bahwa Islam itu benar dan pamahaman orang2 terhadap Islam berbeda2″. maksudnya adalah bahwa “Islam itu adalah Agama yang benar (haq), sedangkan tingkat pemahaman orang terhadap Islam itu berbeda2″.
disini saya bukannya menyuruh saudari hafidza merenungkan benar atau ditaknya Islam, akan tetapi saya menyarankan agar hafizha membandingkan Islam dengan yang lain, manakah yang lebih rasional dan masuk akal??? tentu Islam lebih rasional dan masuk akal.
jadi pemahaman orang terhadap Islam berbeda2, mulai dari yang keras sampai pada yang lembek dan perlu kita ingat dan kita renungkan bahwa Islam tidak akan jaya jika kita tidak mengikuti apa yang Allah dan RasulNya perintahkan serta mengikuti salafushaleh. Allahu a’lam.
Astafruallah..Zmoga kelak Allh mengembalikan kMbli hiDaya yG telah engaku siah_siahkan itu
Mereka meninggalkan Islam karena mereka mau belajar melihat kenyataan,
apakah islam bisa hidup toleransi dengan non muslim atau tidak.
Karena didalam islam harus beriman teguh pada Al Quran dan Muhammad…
begitu melihat kebobrokan islan dan tingkag laku nabi yang sangat biadab sulah membenci dan tukang kawin dan pedophiel dengan anak umur 9 tahun Aisyah dab beriman dalam kebohongan terhadap islam ,,,ya lebih murtad tinggal agama biadab Muhammad.
Apakah lagi dalam islam bahwa muslimah sebagai binatang piaran sama seperti unta. (Sunnaan Abu Dawud 11,2155) Karena wanita adalah opjek sex ini ajaran islam…ciptaan nabi palsu Muhammad.
Baik perbuatan & perkataan seseorang,
paling tidak cerminan baiknya agama yg ia yakini.
Buruk perbuatan & perkataan sesorang,
paling tidak cerminan buruknya agama yg ia yakini.
Paling tidak saya tahu,
seberapa baik ilmu & pedoman hidup yg anda dapat dari keyakinan anda.
perkataan anda,adalah tolak ukur akan baiknya pola hidup anda dalam meyakini agam anda.
Saran saya :
” Perdalam lagi imu agama anda,agar sesuai implementasinya dari ilmu yg anda dapat itu ”
Ingat ..!!
Kesalahan informasi itu hanya ada 2 hal,
- Penyampaian yg kurang jelas , /
- Penafsiran yg kurang cermat.
mungkin anda termasuk kedalamnya dalam memilih keyakinan.
kasihan sekali anda,,, sudahlah!!!! tak ada lagi yg perlu di jelaskan tengtang kebenaran islam… banyaknya penganut agama islam sudah membuktikan bahwa islamlah satu satunya agama yang benar dan di ridhoi oleh Allah SWT
Banyaknya orang Islam memang tidak menjadi dasar bagi kuatnya keimanan islam mereka (saya akui itu) begitu pula dengan agama lain, tetapi, ketika mereka kebingungan dengan apa yang mereka yakini dalam agama apapun serta mencari berbagai kebenaran tentangnya, saya yakin anda tidak perlu untuk menghina agama lain kan? Islam tidak memaksakan agamanya dan jika anda tidak yakin, anda dapat menjadi murtad dan paham dengan pilihan hidup anda, namun sekali lagi, saya rasa pilihan2 cerita anda sangat dangkal dan tipis sehingga membuat saya sedikit heran namun salut dengan keberanian anda mengungkapkan beberapa hal tentang Islam. saya sarankan, pelajari lebih dalam agama manapun, lalu anda bisa berkomentar dengan lugas dan bukan berasal dari tafsir2 palsu dan sarat dengan terjemahan pikiran yang dangkal. itu menandakan anda belum lebih dalam paham mengenai Islam
Bismillah…. ALLAH Maha Pengasih… satu saran bwt hafidza buka lagi tentang mulianya Al Qur’an Nil Kariem, cba pahami lagi tentang fiqih, Al Qur’an disusun sejak zaman Nabi Muhammad dari pelepah pohon kurma, penyusun kembali di masa-masa sahabat untuk menjaga kesucian Al Qur’an dan dan tak ada perubahan sedikitpun hingga sekarang… coba buka lagu Al Qur’an sebagai penuntun hidup, mulai AMERIKA-EROPA-AFRIKA hingga ASIa isi Al Qur’an pasti sama… ALLAH Maha Mengampuni…
heee, kerennn.
Kebanyakan murtadin itu berfikiran sempit, jaman modern disamakan dgn jaman nabi, mereka terbius oleh rayuan iblis, ingat saudaraku yg baik menurut manusia blm tentu benar menrurut agama bgtpun sbaliknya, apakah jk ada org kristen yg salah jalan sy sbg muslim menyalahkan ajaran kristen! Tentu tdk. krn sy yakin orgnya yg salah bukan agamanya. Tergantung cr berfíkír kt
Semoga km murtad bukan karna bujuk rayu dgn imbalan materi. Gunakan akal sehat dan sll berfikir positif & terbuka, lihat kedepan & belakang, kiri & kanan atas & bawah, insya allah km bs temui kebenaran,
Islam adalah penyelamat kalau ngga mau selamat yah ngga usah beragama Islam simple aja kok
yakin loe???
Yakin, karena saya meyakininya… anda juga yakin kan dengan keyakinan anda? tidak ada alasan yang lebih bijak selain ” Untukmu agamamu dan untukku agamaku”. Islam tidak memaksa..
Dalam umat Islam dapat kita golongkan sekarang 1 banding 9 antara yang lurus dan yang disebut oknum, sayang sekali kesaksian Hafidha Acuay via Agama Universal hanya melihat golongan yang sembilan (oknum) padahal jika ia mendalami satu golongan yang lurus mungkin tidak sedikitpun terpintas dalam benaknya untuk murtad, Atau jika ia merasa ragu kenapa hanya membuang waktu dan tidak mencari golongan yang lurus itu, pasti dengan niat dan usaha yang keras ia akan menemukan jawabannya. mari kita selami lagi makna ihdinas shirotol mustaqim, kita semua yang telah mengaku islam pasti berusaha sekeras tenaga menuju jalan lurus itu.
sesungguhnya dengan melihat begitu banyak nasihat,motivasi,dan saran yg disematkan pada artikel ini,
engkau ya saudari ku,
engkau tahu mana yg baik,
enkau tahu mana yg benar,
engkau tahu mana yg adil,
dan engkau tahu mana yg toleransi.
sesungguhnya syaitan itu mengajak kamu untuk berbuat kejahatan dan kedalam jalan kesesatan,
seperti yg disampaikan rekan kita ” Mr.Nunusaku “.
Sesungguhnya agama itu mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan,
baik dalam berbuat dan baik dalam berkata.
Baik perbuatan & perkataan seseorang,paling tidak baik pulalah agamanya.dan sebaliknya……
Dengan demikian,engkau akan tahu jalan & pilihan terbaik untuk mu…..
rata2 yang masuk islam dipastikan karena dia menumukan kebenaran2 dari ajarannya . tetapi orang2 yang melakukan kemurtatan selalu di landaskan kepada kekecewaan dan prustasi
Kisah Mualaf – Polwan AS. Linda (Widad) Delgado, terlahir sebagai seorang Kristiani dan sejak usia 9 tahun sudah rajin membaca Alkitab. hafidza acuay coba dibaca kisah ini
orang selalu cenderung mengurusi orang lain punya pilihan. Padahal pilihan adalah sesuatu yang dianugerahkan oleh TUhan manakala Ia menempatkan akal budi, pemikiran, hikmat, pertimbangan untuk memilih dan memutuskan yang terbaik. Itu beda TUhan menciptakan manusia dengan benda mati atau binatang. Karena itu TUhan tidak pernah memaksa orang bertobat dan masuk surga. Surga Neraka adalah pilihan. Kalau TUhan bisa menghargai keputusan setiap orang mengapa kita melebihi TUhan sang Maha Pencipta. Rasanya naif kalau kita memaksa orang harus sama seperti kita apalagi masalah keyakinan. Apalagi kalau keyakinan kita sendiri tidak pernah memberi keyakinan 100% membawa kita masuk surga. Apa artinya…???!!
Saudara Hafidha Acuay,Allah SWT maha tahu.Baik tulisan anda Bohong atau tidak semua hanya Allah SWT yang tahu,suatu saat anda dimintai pertanggungjawaban dengan apa yang anda tulis diatas tentang alasan alasan yang bisa saja anda buat buat..Ingat Allah SWT maha tahu atas apa yg diperbuat ciptaan Nya.
cerita di atas hanyalah cerita yang dibuat-buat oleh kalangan elit kristiani untuk melemahkan mental umat islam kita tidak perlu menanggapi ini semuah dengan berlebihan karena pada dasarnya dia sudah mengetahui secara peersis tentang keebenaran islam hanya mencari celah agar setidaknya dia mendapatkan kawan ditengah keraguanya teentang agamanya sendiri karena semakin tinggi ilmu agama yang dimiliki seseorang maka semakin ragu dia untuk mempercayai agamanya sendiri dan semakin dalam dia mempelajari injil maka semakin banyak pula kesesata-kesesatan yang tidak ada jalan keluarnya dalam injil. mereka hanya bisa membuat alibi-alibi yang hanya mencari kekurangan-kekurangan tanpa ada dasar sama sekali tetapi mereka tidak pernah mengkaji pa yang sebenarnya terkandung dalam injil bila hal ini di jelaskan secara menyeluruh dalam komenter saya ini mungkin sngat mmbutuhkan waktu yang panjang saya hanya menyarankan kepada umat muslim untuk selalu meyakini kitab suci kita al qur’an karena bila kalian mengkaji secara lebih mendetail tentang maka kalian akan menemukan keajaiban serta keagungan Allah SWT selain muslim juga dapat mengkajinya dan dapat memperbandingkan yang manah yang merupakan kalam Tuhan yang sebenarnya. jgn melihat dari sisi yang tidak memiliki dasar apapun karena kalau itu terjadi maka saya yakin dan percaya bahwa pa yang da dalam pekiran kalian merupakan sesuatu kesalahan dan pemikiran yang sesat nauzuh billah minzalik.
statemen z terakhir z akan meyakini kalau yesus itu adalah tuhan jika dia memnuhi kriteria sebagai berikut :
- Dia Tidak Beranak
- Dia Tidak Diperanakan
- Dia Tidak Bergantung kepada sapapun juga
- dan Tidak ada satupun yang setara dengan dia
bila hal tersebut tidak terdapat pada dia maka saya mohon carilah agama lain yang mempunyai kriteria sebagaimana tersebut di atas
menjadi seorang Kristen bukan paksaan dan tidak pula ketika kita dapat meng-Kristen-kan orang lantas mendapat pahala dua kali lipat melainkan tidak mendapatkan apa apa.
Menjadi Kristen adalah panggilan hati nurani anda sendiri, mana menurut anda ajaran yang bijak dan toleran maka itulah ajaran yang patut ditiru sebab tidak ada manusia yang ingin mati dengan cepat apalagi dengan cara-cara yg tidak wajar.
Jika ada ajaran agama yang memita anda membunuh maka ajaran itu bukanlah ajaran yang patut anda ikuti, jika ada ajaran yang mengasihi sesama mu maka itulah ajaran dari Tuhan dan ikutilah ajaran itu sebab Tuhan tidak ingin manusia menjadi hakim atas diri mereka sendiri karena Tuhan telah menyiapkan hakim yang adil yakni Isa AS.
Jika anda percaya Isa nabi anda sendiri maka ikutilah Dia sebab Dialah jalan yang lurus itu. Jangan ikuti paksan siapapun. Dalam Alquran sudah tertulis bahwa Isa adalah hakim yang adil maka ikutilah Isa dalam Alquran mu itu.
Anda tidak perlu ikut Alkitab tetapi ikuti Isa yang ada dalam Alquran mu sebab ajaran Isa adalah ajaran cinta kasih.
pelajarilah islam secara keseluruhan dijamin 100 persen anda akan masuk islam,, setelah anda pelajari anda akan menemukan agama yn rasional dan masuk akal,,,beragama itu bukan cuma keyakinan tanpa alasan atau dasar tapi agama itu adalah keyakinan tanpa ada keraguan di dalamnya karena ada dasar yg bisa di pegang….
“Jika ada ajaran agama yang memita anda membunuh maka ajaran itu bukanlah ajaran yang patut anda ikuti, jika ada ajaran yang mengasihi sesama mu maka itulah ajaran dari Tuhan dan ikutilah ajaran itu sebab Tuhan tidak ingin manusia menjadi hakim atas diri mereka sendiri karena Tuhan telah menyiapkan hakim yang adil yakni Isa AS.”
Anda pernah berfikir… bagaimana saudara kami terlindas disana? Eropa, amerika, bahkan hampir disetiap mayoritas negara yang beragama sama dengan anda(maaf). Tapi rasanya pernyataan anda sama sekali tidak mewakili kekecewaan saya..
Life is a choice.Tp mnurut saia,mnjdi s’org musLim ntu Lbih baik.KLo anda mrsa bijak,shrus’y anda bs brpikir jernih..
HUaaaaaa sangat tampak bahwa anda ternyata seorang ”misionaris bodoh belaka”….tukang ngibul dan tukang bohong besar…satu milyar persen kami para ummat islam pasti akan menyimpulkan bahwa anda adalah penginjil yang kurang pengetahuan…sudah basi cara2 mengada2 kan cerita seperti ini….bahkan ustadz dan kiay pun pernah ngaku keluar islam dan masuk ke golongan anda..tapi terbukti pula semuanya hanya ;;karangan misionaris seperti anda juga,,,dan terbukti satu milyar persen bahwa dari golongan anda yang sudah prof…dan sudah pinter2 pasti akan kembali ke jalan yang benar yaitu ”ISLAM” dan itu kenyataan yang tidak bisa di pungkiri
demi Allah,, hidayah adalah Hak Allah….
begitu juga Allah berhak menyesatkan siapa saja yang di kehendakinya…
Ya Allah jangan sesatkan kami,, tunjukkanlah kmi jalan yang lurus…
hindarkan kami semua dari tipu daya syetan….
amiiin…
cukup liat QS AT TAUBAH ayat 31…
yg artinya :
“mereka menjadikan orang2 alimnya dan rahib2 mereka sebagai Tuhan selain Allah dan mereka juga memperTuhankan Al Masih Putra Maryam padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka PERSEKUTUKAN….”
hanya karena kepengen hidup seperti orang lain anda murtad…….hmm….masih banyak lagi yg harus dipelajari…….
cuma jangan munafik….agama universal itu samaran kristen kan???…..aneh….kenapa coba-2 ditutup-2i????…..karangan indah….tetapi masih jelek dibanding karangan perjanjian lama dan yg katanya baru….
karangan kamu tidak menggigit dan tidak akan berbekas dihati….kecuali orang yg menginginkan dunia……lain dengna kisah para mualaf…dapat menitikkan air mata…….celotehan yg ingin besaing dengan kisah para mualaf…..tapi gak sebanding….jauhhhh
Agama bukanlah paksaan, mesti datang dari kesadaran dr dlm diri sendiri. Kalau kita bercermin dg perilaku orang, maka sebagaimana kita ketahui, manusia itu tempat salah dan lupa. Dari agama apapun, dr yg tak beragamapun sekalipun, ada saja orang baik dan kurang baik. Penafsiran manusi terhadap alqurán mungkin bisa berbeda2, makanya ada islam radical ada yg moderat dsb. Perilaku orang islam blm tentu sesuai dg apa yg dikehendaki islam sbg agama. Jadi adalah kurang tepat dan kurang comprehensive kalau menjadikan perilaku sebagian orang islam untuk menilai hakekat islam sebagai sebuah agama. Tapi kalau kita berpegang pada Alqurán maka, itu lbh aman. Islam adalh agama proces artinya, Allah sangat menghargai upaya sesorang dlm menjalankan islam dg sesungguhnya dan dg penuh keikhlasan. Sedekah 1000 rupiah dr si miskin mungkin akan jauh lbh berpahala di mata Allah di banding sejuta dr konlomerat, semua tergantung dr ketulusan dan kesungguhan niat. Demikian juga dg hal2 lain, menjalankan Islam dg baik di Amerika mungkin jauh lbh berat drpd di negara yg mayoritas penduduknya muslim. Allah hanya membebankan hambanya sesuai kesanggupannya, asal sdh berusaha sungguh-sungguh. apakah alQurán ketinggalan jaman? manusia yag menafsirkan mungkin yg blm sampai penalarannya. Penemuan dg tehnologi mutakhir oleh ahli2 yg terkemuka ttg kejadian universe, misalnya, sdh disebut dlm alquran, jauh slm tehnology itu berkembang. Sebagai orang awam, kita baru tahu maksud yg tertulis dlm alquran itu stlh ada temuan tersebut, terima kasih kepada pakar2 yg mana dg temuan tersebut semakin membenarkan apa yg tertulis dlm Qurán. Ya Allah mhn ampun kalau tulisan ini salah di hadapanMu, dan smg tdk menimbulkan kesalah fahaman atau memicu konflik. Amiiin3X ya Robbal alamiiin. Mhn maaf juga para pembaca kalau ada yg kurang berkenan.
bismillahirrahmannirahi.anda mengatakan bahwa anda adalah seorang mencintai allah? sepertinya ungkapan itu salah.jika anda mencintai allah,maka anda pasti tidak akan keluar dari agama yang diridoi oleh allah ini.dan bila anda mencintai allah,maka anda pasti dapat menerima hukum2 allah seperti pelarangan musik,gambar hidup,dll.
Astagfirullah…Langkah yang km ambil sangat pendek,,,, lebih mendengarkan ap kata orang yg mengolok-olok islam, daripada kepentingan antara kamu dan penciptamu… Coba Bayangkan Siapakah pencipta “tuhan” yang km anggap skarang dan kl dia diciptakan maka penciptanya i2 siapa????? Tentulah Tuhan Yang Esa yaitu ALLAH S.w.t
Semoga Allah memberikan engkau pemahaman ilmu agama islam secara menyeluruh, agar engkau bisa menemukan kebenaran islam & kembali seakidah bersama kami.
Aamiin
Smbungan..
Tapi, kalau engkau seorang penginjil yang menulis kisah palsu, saya saranin ! Coba pahami isi kitab anda !
Apakah disebut sebuah kitab, jika didalamnya ada kisah pornonya ?
Islam bukan agama yang dapat menyelamtakan manusia, tetapi agama islam terbentuk atas kebohongan bangsa Arab yang bersumber wahyu setan dari Goa Hira terhadap nabi babi Muhammad hyan dia sendiri ragu pada saat dia bertemu dengan malaikat Jibrie dan Muhammad sangat ragu apakah itu suara Tuhan atau suara setan…?
Dan islam bukan agama penyelamat manusia, terbukti kan Muhammad nabi palsu bangsa Arab tidak dapat menyelamatkan dirinya, dia tertanam dalam siksaan kuburan Medinah. Apakah islam berani menjawab;
SEKARANG NABI BABI MUHAMMAD SEKARANG BERADA DIMANA SAAT INI..?
APAKAH ISLAM BERANI MENJAWAB HAL INI…?
iNSYALLLAH RASULLULAH SUDAH DIJAMIN ALLAH KEBERADAANNYA. anda sering yaaa makan babi…..sehingga darah dan urat nadi anda dipenuhi dengan cacing cacing setan yang bersarang di otak anda para akhli udah bilang bahwa babi itu adalah sarang cacing cacing yang sulit dibasmi,walau dengan 200 derajat celsius dipanasi ngga mati mati. wajar Al quran sudah melarang umatnya jangan makan daging BABI, NANTI otaknya penuh dengan pikiran dan gaya BABI YANG SENANG BERKUBANG LUMPUR KEMAKSIATAN DUNIA
Sekali lagi saya salut dengan pernyataan anda, kalau saya boleh bertanya, literatur apa yang anda gunakan sehingga mengeluarkan pernyataan seperti ini? Terimakasih jawabannya. Saya semakin penasaran dengan pernyataan anda, bahkan sampai saat ini, saya tidak tahu, alkitab mana yang harus saya pelajari. International version, perjanjian lama, perjanjian baru, atau alkitab2 yang dikeluarkan oleh tokoh2 tertentu. Mohon pencerahannya…Terimakasih.
astagfirullah,,, semoga Allah memberikan hidayah Nya kembali kepadamu dan kepada kita semua,,, amin
jalankan saja agama kalian masing-masing jangan saling menghujat satu sama lain kepada saudara yang tidak satu keyakinan dgn saudara kalau saudara merasa beragama dan beriiman kepada Tuhan tunjukan baik tutur kata dan prilaku yang baik kerena Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna agar saudara bisa berpikir mana yg baik dan mana yg buruk,janganlah menciptakan permusuhan kerena semua agama tidak mengajarkan hal itu…..percayalah kita semua akan mati dan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kehidupan kita didunia …………………
naubiillah himinzalik… kasian anda terlanjur murtad, ingat ngga bahwa kehidupan lain masih ada ,sementara agama/keyakinan yaNG ANDA ANUT INI MENJAMIN NGGA KESELAMATAN DUNIA DAN AKHIRAT,CUBALAH RENUNG KEMBALI KEBENARAN YANG HAKIKI,INGAT KADANG KADANG AKAL/PIKIRAN TAK MAMPU MENJANGKAU HAL HAL YANG DILUAR BATAS PIKIRAN ,ITULAH KODRAT DAN IRADAT ILLAHI…. tak usahlah bicara soal realita DUNIAWI. YANG MASUK AKAL SEHAT,hanya memusingkan otak/pikiran, tuh sebentar lagi, roh yang terletak dekat dengan URAT NADI DIBATANG LEHERMU akan LEPAS .PALING SETAN YANG BISA MENOLONG
“Islam sebenarnya agama yg indah” hny saja manusia yg mengatasnamakan islam yg memiliki perilaku yg salah,, Allah adalah Tuhan semesta alam ..tiada dua, tiga, ato empat… Tuhan itu Satu…Maha Pengasih dan Penyayang…Terkadang disaat km di puncak keimanan justru setan yg membisiki dada dan ht km..agar mengingkari Tuhan..krn itu prestasi setan..ktika km mengikutinya..mk setan akan meninggalkan km dlm dos
tidak ada org yg murtad itu masuk surga..
neraka jahanam lah tempat untuk org-org yg murtad.. krn kmurtatan adalah kdurhakaan diri kepada allah… saya bersaksi demi allah dan rosullallah bahwa tidak ada hal yg memungkinkan seseorang msuk surga kecuali beriman kpada nya… kemurtatan hanya bujukan setan semata agar kita dapat menemani nya dineraka
Bismillah, Astaghfirullahalaziem. Untukku agamaku, untukmu agamamu. untukku amalku, untukmu amalmu. Dgn mengingat Allah maka hati akan tenang, kenali dirimu mk akan kenal Tuhanmu. jgn mencaci maki (walau thd setan, krn sdh tugas mrk utk goda manusia), tapi berlindunglah hanya kpd Allah. niatkan selalu, sholat, ibadah, hidup dan mati hny utk Allah. saudaraku seiman, biarlah cacian mrk di media ini jd bukti di yaumilakhir. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Orang muslim murtad dan mengikuti Jesus sudah pasti jaminan pintu surga terbukah bagi mereka, kata Jesus Akulah jalan kebanaran dan hidup, tiada seorangpun dapat kesurga jika tidak melalu Jesus. Karena kunci surga berada ditangan Jeus bukan ditangan Muhammad, karena Muhammad sedang berada dalam kuburan dia tidapat mengalahkan maut, tetapi Jesus sudah membuktikan Dia telah mengalahkan maut, oleh sebab itu Jesus sekarang berada disisih Allah disurga.
Muhammad bin Abdulah sedang berada disisih kuburan tertanam di Medinah jahadnya telah termakan cacing tanah karena akibat ‘DOSA MUHAMMAD ADALAH MAUT.
Mengapa Allah lepaskan tanganNya atas kematian Muhammad, karena memang Allah tidak perintahkan Muhammad sebagai nabi…? karena Muhammad gila ingin menjadikan dirinya sebagai nabi dan memakai nama Allah yang Allah tidak perintahkan pada Muhammad….?
setelah kematian nabi palsu Muhammad Allah biarkan agar Muhammad masuk dalam siksaan kuburan. Dengan masuknya Muhammad dalam siksaan kuburan sudah jelas siapa Muhammad sinabi cabul perampok perkosaan dan pembunuh tukang ngesek sana sini berakhir dari segala kesudahan Muhammad masuk dalam siksaan kuburan, dan ini fakta tentang Muhammad.
Dia adalah nabi palsu sudah tentu dia tertanam dalam kuburan Medinah.
Lihat sejarah dan biografih Muhammad yang telah memaksakan dirinya sebagai nabi dengan memimjam nama Allah untuk kepentin islam dan Muhammad.
Maha Suci Allah
Sbgai seorang Muslim, sy mendo’akan anda (Mr.Nunusaku), agar bisa kembali ke jalan-Nya yg lulus, serta bisa mendpt keselamatan & kemuliaan di dunia dan terutama lagi di akhirat. Amien.
nabi Muhammad adalah nabiku aku sangat yakin itu .smoga yang menghina ENgkau mendapatkan haidayahMu
“Lihat sejarah dan biografih Muhammad yang telah memaksakan dirinya sebagai nabi dengan memimjam nama Allah untuk kepentin islam dan Muhammad.”
Boleh saya tahu literaturnya?
Saya sudah membaca shohih nabi beserta versi kitab gundul dan versi yang relevan dengan tafsir2 perjalanan nabi saya, dan satu lagi, mungkin karena kebodohan dan ketidaktahuan saya, maka saya ingin bertanya,
“Dimanakah makam yesus kristus? Apa hubungan hari natal dengan pohon cemara? Lalu apa hubungan yesus dengan Allah? anak? utusan? atau penyelamat manusia(pahlawan)?, mohon jawabannya, dan terimakasih pencerahannya…
Sy juga spemahaman dgn sdr semuslim (Syarif Muharim) wlo kita belum pernah kenal/bertemu langsung, Agama universal? nama blog ini, spt idex Yahudi, agama yg universal (jgn boleh irg muslim punya pemhmn/keyakinan agamax 9Dienul Islam, haq di sisi ALlah (bukan Tuhan !!!). “Inna diina ‘indallah islam’ = sesunggunya agama di sisi Allah, yang diridloi Islam”. QS Al Maidah 3 : Al yaumal akmaltu lakum dinakum…”Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu”….Ada Allah, Tuhan dll. Di dunia ini emang buanyak Penguasa Alam…Trus, mata uang dular kertas da piramida terpancung, kata saudara sy di eramuslim.com…Jgn da puncak ato yg ngaku2 benar sendiri, hrus dpancung biar sama, biar da TOLERANSI. (toleransi hanya da di Indonesia yg mayoritas muslim?. D Barat (yg juga buminya Allah ; hayo jgn ikut2an tulis Allah …; agama lain sebut (Tuhan !) aja…kenakan busana muslim dilarang gak da TOLERANSIKAN (Kasihan aktifis Dialog Antar Umat Beragama) gak pernah baca blog2/berita2 terkini. Blogx nanax agamauniversal, INGIN DIHARGAI SAMA JUGA PENYELAMAT, ATO PALING SELAMAT SENDIRI ?
masalahnya adalah pembelaan dan keberpihakan benar ato salah tidak lagi menjadi sebab, sebab agama juga menghubungkan garis emosional, keturunan. dalam islam jika kamu ingkar itu kafir artinya tidak islam lagi, jika kamu telak kel;uar dari islam jangn kamu lihat islam lagi niscaya kamu akan dilaknat, pergilah!_ cari yg lebih baik dari islam jika memang itu kuasamu jangn bicara benar ato salah ( sekali lagi), jika kamu hendak menyalahkan islam jangan katakan pada orang islam, jika kamu menemui ketidak nyamanan dan ketidak adilan dalam islam itu urusanmu, hargai islam pada tempatnya mudah2n islam tidak lagi melirikan mata dan memandangimu terus kemana kamu melangkah, pergilah…
Sy sbnarnya kasihan dgn sdri Hafidha, krn justru hanya Islam satu-satu agama yg tauhidnya plg sempurna n universal. Bandingkn sj tauhidnya Islam dgn tauhidnya agama-agama lainnya (Tuhannya hanya berupa makhluk, hanya utk bangsa tertentu, bukan pencipta alam semesta, dsb), termasuk dgn agama baru “universalisme tauhid”.
Persoalannya, sdri Hafidha menilai agama justru hanya dari tingkah-laku ‘sebagian umatnya’, dan sbaliknya bukan dari kesempurnaan ajaran2 agama itu sendiri..Jika dinilai dari umatnya, justru mustahil ada agama yg benar2 sempurna ‘seluruh’ umatnya. Krn tiap umat suatu agama mmg amat berragam tingkat pemahaman dan pengamalannya.
Smga sdri Hafidha bisa menemukan jalan-Nya yg lurus. Amien.
Setuju dengan yang mengatakan “Islam itu haq, hanya saja pemahaman muslim terhadap Islam berbeda-beda”
Keluar dari Islam karena melihat kelakuan muslim lainnya? Hal ini sejalan dengan Membenci warga Malaysia, hanya karena pemerintah-nya mencaplok pulau Indonesia dan beberapa kebudayaannya.
Satu hal yang perlu saudari renungkan adalah “Dalam belajar agama, PENCITRAAN PROFIL WAJIB DIHAPUSKAN. Belajar harus dari esensi agama itu sendiri”
Kalau belajar agama dari profil2 pemeluknya, tentu saja sangat riskan untuk selalu keluar dari agama tersebut, ketika menjumpai beberapa pemeluk agama yang “melebihi batas”.
Innaka laa tahdii man ahbabta, walaakinnallaha yahdii man yasyaa’…